Presiden Prabowo Subianto dan Raffi Ahmad (Foto: Instagram/raffinagita1717)
Presiden Prabowo Subianto dan Raffi Ahmad (Foto: Instagram/raffinagita1717)

Raffi Ahmad Hadiri Rapat Kabinet Prabowo, Bahas Ancaman AI hingga Krisis Global

Rafi Alvirtyantoro • 08 April 2026 16:44
Ringkasnya gini..
  • Raffi Ahmad penuhi panggilan Presiden Prabowo ke Istana.
  • Prabowo evaluasi kinerja 1,5 tahun Kabinet Merah Putih.
  • Presiden peringatkan ancaman krisis global dan bahaya AI.
Jakarta: Seluruh menteri dan jajaran Kabinet Merah Putih memenuhi panggilan Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan pada Rabu, 8 April 2026. Salah satu tokoh yang hadir dalam pertemuan tersebut adalah Raffi Ahmad.
 
Selain aktif di industri hiburan, Raffi Ahmad kini menjabat sebagai Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni. Jabatan tersebut membuatnya rutin menghadiri berbagai agenda pemerintahan, termasuk rapat koordinasi bersama Presiden.  

Konsolidasi Pejabat Negara dan BUMN

Rapat kerja pemerintahan tersebut dimulai pukul 14.00 WIB dan dipimpin langsung oleh Prabowo Subianto selaku Kepala Negara. Dalam arahannya, Prabowo menegaskan bahwa pertemuan ini tidak hanya melibatkan jajaran menteri dan kepala badan, tetapi juga dihadiri oleh direktur utama (dirut) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) serta pejabat eselon I.
 
"Sengaja saya kumpulkan para menteri, para kepala badan, pejabat cabang eksekutif, termasuk eselon I kementerian lembaga dan dirut BUMN," ujar Prabowo, dikutip dari saluran YouTube Sekretariat Presiden.  

Satu Setengah Tahun Masa Bakti

Prabowo menjelaskan bahwa tujuan utama pertemuan ini adalah untuk memberikan arahan strategis, mengingat pemerintahan yang dipimpinnya telah berjalan lebih dari satu tahun.

"Sudah 1 tahun lebih kita menjalankan mandat kita sebagai mandataris rakyat kita sejak Oktober 2024, kita sudah lewawi Oktober 2025, sudah satu tahun dan sekarang April, bisa dikatakan sudah 1 tahun enam bulan pelaksanaan tugas kita," ujar Prabowo.  

Antisipasi Krisis Global dan Ancaman Digital

Presiden Prabowo juga mengingatkan jajaran birokrat bahwa Indonesia, sebagaimana negara-negara lain, tengah menghadapi berbagai potensi ancaman serius. Ia menyoroti krisis pangan, energi, dan air sebagai tantangan utama yang harus segera diantisipasi.
 
Selain isu sumber daya, Prabowo Subianto memperingatkan bahaya yang muncul dari pesatnya perkembangan teknologi. Ia menyoroti risiko penyebaran berita bohong serta konten manipulatif berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk fenomena deepfake, yang berpotensi menyesatkan publik dan mengganggu stabilitas nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA