Video AI Donald Trump yang menampilkan Robert De Niro (Foto: X/realdonaldtrump)
Video AI Donald Trump yang menampilkan Robert De Niro (Foto: X/realdonaldtrump)

Donald Trump Klaim Robert de Niro Punya Sindrom "Gila Trump"

Elang Riki Yanuar • 06 Juli 2026 07:00
Ringkasnya gini..
  • Donald Trump mengunggah video AI yang menampilkan selebritas Hollywood sebagai pasien Sindrom Gila Trump, memicu kontroversi di media sosial.
  • Video AI Donald Trump menampilkan Julia Roberts hingga Robert De Niro memberi testimoni palsu soal Trump Derangement Syndrome.
  • Unggahan AI Donald Trump kembali menuai kritik setelah Whoopi Goldberg mengecam penggunaan teknologi tersebut untuk menyerang tokoh publik.
Jakarta: Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah “mendiagnosis” sejumlah bintang Hollywood dengan gangguan bernama Sindrom Gila Trump (Trump Derangement Syndrome).

Trump Jadikan Selebriti sebagai "Pasien" AI

Lewat akun X pribadinya @realdonaldtrump, ia membagikan sebuah video yang dihasilkan oleh kecerdasan buatan (AI). Presiden AS tersebut tampil sebagai seorang dokter dan memberikan resep pengobatan untuk “pasien-pasiennya.” 
 
Banyak di antara para “pasien” itu merupakan para pengkritiknya yang paling vokal, terutama dari kalangan selebriti. 
 
Video itu dikemas layaknya iklan obat-obatan dan menampilkan testimoni palsu hasil AI dari sejumlah tokoh, seperti Julia Roberts, Robert De Niro, Rosie O'Donnell, Whoopi Goldberg, John Leguizamo, dan Edward Norton.
“Saya telah menderita selama lebih dari satu dekade, dan setelah mendengarkan Dr. Trump, saya mulai melihat hasilnya,” tutur O’Donnell palsu.

“Saya benar-benar mengira kasus saya sudah tak terselamatkan; ini akan memengaruhi hidup saya selamanya. Namun, setelah mengikuti rencana pengobatan ini, saya mulai melihat perbedaannya,” ucap Goldberg versi AI.
 
“Saya tidak bisa makan. Saya tidak bisa tidur, terus-menerus marah. Saya membuat semua orang di sekitar saya menderita,” kata De Niro buatan.
 
“Saya merasa seperti telah menua 20 tahun dalam dua tahun terakhir. Saya sangat cemas. Saya benar-benar mulai khawatir tentang masa depan saya,” kata Roberts palsu.
 
Di akhir video, Trump kemudian memaparkan "pengobatan" untuk sindrom fiktif tersebut. Ia menyarankan para "pasien" berhenti menonton berita yang ia sebut sebagai berita palsu, berdoa, serta minum minuman bersoda ketika mulai merasa cemas.

Kontroversi AI Trump Berlanjut

Sebelumnya, Trump juga sempat melontarkan komentar serupa setelah kematian sutradara Rob Reiner dan istrinya, Michele. Saat itu ia menyindir pandangan politik progresif pasangan tersebut dengan menyebut mereka sebagai korban "Trump Derangement Syndrome" atau TDS.
 
Trump belakangan memang semakin sering mengunggah gambar dan video hasil kecerdasan buatan (AI) di akun media sosialnya. 
Pada awal tahun ini, ia sempat menuai kritik setelah membagikan video AI di Truth Social yang menggambarkan mantan Presiden Barack Obama dan istrinya, Michelle Obama, sebagai kera.
 
Whoopi Goldberg menjadi salah satu figur publik yang mengecam unggahan tersebut. Ia menilai video itu dibuat tanpa memperhatikan fakta dan menyayangkan penggunaan konten AI untuk menyerang tokoh lain.
 
Kritik Goldberg terhadap Trump bukan hal baru. Selama bertahun-tahun, aktris peraih Oscar itu dikenal sebagai salah satu pengkritik vokal Trump, termasuk saat mengecam pernyataannya mengenai kematian sutradara Rob Reiner dan sang istri beberapa waktu lalu.
 
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA