Cinta Laura (Foto: instagram)
Cinta Laura (Foto: instagram)

Cinta Laura Ajak Anak Muda Makin Peduli Lingkungan

Elang Riki Yanuar • 10 Oktober 2026 08:00
Ringkasnya gini..
  • Cinta Laura dan Luna Maya mengajak generasi muda menerapkan kebiasaan sederhana untuk menjaga lingkungan melalui Langkah Membumi Market 2026.
  • Langkah Membumi Market 2026 menghadirkan lokakarya kreatif, instalasi daur ulang, dan fasilitas penukaran sampah untuk mendorong gaya hidup berkelanjutan.
  • Lisa Widodo menekankan pentingnya kolaborasi pemerintah, bisnis, komunitas, dan generasi muda untuk memperluas dampak gerakan keberlanjutan.
Jakarta: Cinta Laura dan Luna Maya mengajak generasi muda lebih peduli terhadap lingkungan melalui kebiasaan sederhana yang bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Pesan tersebut disampaikan dalam Langkah Membumi Market 2026, sebuah ajang yang menghadirkan inspirasi dan pengalaman langsung untuk mengenalkan gaya hidup berkelanjutan dengan cara yang lebih dekat dengan anak muda.

Memasuki tahun kelima penyelenggaraannya, Langkah Membumi hadir dengan format Langkah Membumi Market (LMM) yang berlangsung pada 8 hingga 11 Oktober 2026 di Fountain Atrium, Level 3A, Grand Indonesia West Mall. Acara ini dirancang untuk membuat isu keberlanjutan lebih mudah dipahami melalui aktivitas interaktif, diskusi, dan lokakarya kreatif.

Bagi Cinta Laura, kepedulian terhadap lingkungan tidak harus dimulai dari perubahan besar atau tuntutan untuk menjalani gaya hidup yang sempurna. Hal terpenting adalah keberanian untuk memulai kebiasaan baru dan terus belajar memahami dampak dari pilihan sehari-hari.

“Sustainability bukan tentang menjadi sempurna. Yang penting adalah kemauan untuk mulai dan terus belajar. Langkah Membumi menunjukkan bahwa perubahan bisa terasa seru, relevan, dan do-able ketika kita tahu, kita coba, lalu kita punya ruang untuk melakukannya bersama,” ujar Cinta Laura Kiehl, Changemaker Partner Langkah Membumi.

Semangat tersebut juga tercermin melalui kehadiran Luna Maya bersama sejumlah figur publik lain dalam delapan sesi Inspiring Talks. Program ini menghadirkan perspektif beragam mengenai gaya hidup, kesehatan, konsumsi, serta keputusan sehari-hari yang berkaitan dengan keberlanjutan.
Selain Cinta Laura dan Luna Maya, sesi berbagi tersebut menghadirkan Daniel Mananta, Andien, Marianne Rumantir, Devy Anastasia, dr. Nadhira Afifa, serta Lisa Widodo. Kehadiran para pembicara diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya generasi muda, memahami bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa diwujudkan melalui pilihan yang sesuai dengan keseharian masing-masing.

Tidak hanya mendengarkan pengalaman para pembicara, pengunjung juga dapat mencoba langsung berbagai aktivitas ramah lingkungan melalui 15 Eco-Workshops. Program ini memberikan kesempatan kepada peserta untuk mempelajari cara mengolah barang yang tidak lagi digunakan agar memiliki fungsi dan nilai baru.

Salah satu lokakarya yang dihadirkan adalah Creative Reuse of Unused Items, hasil kolaborasi Cinta Laura Foundation, Pomelo Indonesia, dan Seikatuju. Kegiatan yang dijadwalkan berlangsung pada 9 Oktober tersebut mengajak peserta mengeksplorasi kreativitas dengan memanfaatkan barang tak terpakai menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Pengalaman interaktif lainnya hadir melalui instalasi Bukan Tentang Sampah. Instalasi ini mengajak pengunjung memahami bahwa pengelolaan sampah tidak cukup dilakukan dengan membuangnya pada tempat yang sesuai, tetapi juga perlu dimulai dari mengenali jenis sampah dan memilahnya dengan benar.

Pengunjung juga dapat memanfaatkan fasilitas waste drop box untuk menukarkan sampah kain atau fesyen, botol plastik PET, serta perangkat elektronik dengan Blibli Tiket Rewards yang dapat digunakan untuk berbelanja. Inisiatif ini menjadi salah satu cara untuk mendorong masyarakat lebih bertanggung jawab terhadap barang yang mereka gunakan dan sampah yang dihasilkan.

Ada pula Cactazo Tree by Mortier, instalasi berbentuk kaktus yang dibuat menggunakan material daur ulang. Karya tersebut menunjukkan bagaimana bahan bekas dapat diolah menjadi instalasi kreatif sekaligus memperkenalkan pendekatan pemanfaatan material dengan penggunaan sumber daya yang lebih minim.

COO sekaligus Co-Founder Blibli, Lisa Widodo, mengatakan bahwa upaya menjaga lingkungan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak dengan pendekatan yang saling melengkapi. Melalui Langkah Membumi, beragam kepentingan dan inisiatif tersebut dipertemukan dalam satu gerakan untuk mendorong keberlanjutan.

“Persoalan keberlanjutan memiliki cakupan yang luas dan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” tegas Lisa.

Menurut Lisa, kolaborasi antara pemerintah, pelaku bisnis, institusi pendidikan, media, komunitas, dan masyarakat, termasuk generasi muda, diperlukan untuk memperluas dampak berbagai inisiatif lingkungan. Kerja sama tersebut juga menjadi bagian dari upaya mendorong gaya hidup yang lebih berkelanjutan atau better living.

Kolaborasi dengan Bakti Lingkungan Djarum Foundation turut memperkaya pengalaman pengunjung dalam memahami hubungan antara aktivitas sehari-hari dan kelestarian alam. Melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan masyarakat, pengunjung diajak melihat bahwa kegiatan rekreasi dan olahraga di alam terbuka juga dapat menjadi kesempatan untuk mempelajari ekosistem serta pentingnya menjaga habitat satwa.

“Menjaga alam dapat dimulai dari aktivitas menyenangkan yang kita nikmati. Contohnya, ketika mendaki atau berolahraga ke hutan. Selain menikmati indahnya pemandangan, kita juga bisa belajar secara langsung habitat dari macan tutul jawa dan elang jawa. Dari langkah sederhana ini, harapannya bisa menjadi motivasi untuk bersama-sama melindungi benteng alam yang sekaligus menjadi penopang kehidupan masyarakat di Pulau Jawa,” ujar Jemmy Chayadi, Program Director Bakti Lingkungan Djarum Foundation.







 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA