Kabar Duka dari Gubernur Jawa Barat
Kabar duka ini disampaikan oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia mengucapkan belasungkawa atas kepergian penyanyi yang dikenal dengan nama panggung Kanaya Whu tersebut.“Assalamualaikum, sampurasun, wilujeng enjing wargi Jabar dan seluruh warganet di mana pun berada. Kami menyampaikan berita duka. Telah meninggal dunia saudari kita, sahabat kita, Teh Kanaya di Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung karena menderita kanker,” ucap Dedi Mulyadi, dikutip dari akun Instagram @dedimulyadi71, pada Senin, 14 September 2026.
Ia berharap keluarga Kanaya Whu diberikan ketabahan dalam menghadapi kepergian sang penyanyi. Ia juga meminta masyarakat untuk membukakan pintu maaf bagi almarhumah.
“Semoga almarhum diterima iman Islamnya, diampuni segala dosanya, dan diterima di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan mohon dimaafkan atas segala kesalahannya. Semoga keluarganya ditabahkan dalam menghadapi cobaan yang sangat berat ini,” ujar Dedi.
Jenazah Kanaya Whu dimakamkan di tanah kelahirannya, Kabupaten Tasikmalaya.
Sosok dan Dedikasi Seniman Jawa Barat
Kanaya Whulan, yang akrab disapa Kanaya Whu, merupakan seniman asal Tasikmalaya yang dikenal dengan suara khas dan pengabdian panggungnya.Sejak bergabung dengan grup musik Emka 9 pada 2019, ia menjadi salah satu sosok penting dalam menghidupkan kebudayaan Jawa Barat. Ia rutin tampil di berbagai agenda resmi maupun safari budaya bersama Dedi Mulyadi.
Kanaya kerap membawakan karya-karya ciptaan Dedi Mulyadi, seperti Rindu Purnama, Karembong Koneng, Prabu Siliwangi, Dangiang Galuh Pakuan, Indung, hingga Memanen Cinta, yang semakin hidup berkat lantunan vokalnya.
Penampilannya di berbagai momen kenegaraan, termasuk peringatan HUT ke-81 RI di Gedung Sate pada 17 Agustus 2026, menjadi penutup perjalanan kariernya yang meninggalkan kesan mendalam.
Baca Juga :