Konten horor Nessie Judge sebelumnya menuai kecaman setelah menggunakan foto salah satu korban femisida terkenal dari Jepang, Junko Furuta, sebagai salah satu dekorasi halloween. Tak lama setelah memicu kontroversi, Nessie langsung menghapus konten itu.
"Halo semua, saya Nessie. Saya ingin menyampaikan permintaan maaf yang sebesar-besarnya atas apa yang muncul di video saya baru-baru ini dan juga atas tanggapan saya setelahnya," kata Nessi Judge.
Nessie terlihat membungkuk sebagai bentuk permintaan maaf. Dia mengakui kesalahan dan merasa telah menyakiti sejumlah pihak. Namun, Nessie menyebut dirinya tidak ada niat untuk memicu polemik.
"Saya menyadari permintaan maaf saya sebelumnya belum sepenuhnya menenangkan atau mewakili rasa sakit yang ditimbulkan. Saya menggunakan foto korban nyata dalam konteks seperti itu bukanlah cara yang tepat untuk menyoroti isu penting yang terjadi justru menimbulkan lebih banyak rasa sakit daripada penghormatan," jelasnya.
Nessie pun meminta maaf kepada warga Jepang dan keluarga korban. Belajar dari kejadian ini, Nessie berjanji bakal memperbaiki diri untuk konten-konten selanjutnya.
"Kepada semua orang di Jepang, kepada keluarga korban, dan kepada semua yang merasa kecewa di Indonesia, saya menyampaikan permintaan maaf yang tulus dari lubuk hati yang paling dalam. Saya juga akan terus belajar bagaimana bisa menceritakan kisah dengan lebih berempati, penuh rasa hormat dan pengertian," kata Nessie.
Video permintaan maaf Nessie pun ramai dikomentari warganet. Mereka berharap Nessie benar-benar belajar dari pengalaman itu dan memikirkan secara matang konten yang akan disajikan.
"Ka Nes, jadikan ini sebagai pembelajaran untuk ka Nessie dan team ya. Semoga ke depannya tidak ada kesalahan lagi dan bisa lebih baik lagi untuk memberikan konten yang tidak mengandung keributan. Semangat kalian," tulis netizen.
Tak hanya warganet Indonesia, sejumlah warganet Jepang juga memiliki harapan serupa. Dia juga berharap kontroversi ini disudahi dan mulai melangkah maju.
"Saya orang Jepang, tetapi saya ingin mengatakan ini kepada sesama orang Jepang. Permintaan maafnya sudah cukup. Rasanya kita terlalu memikirkannya dan terkadang netizen Jepang bertindak terlalu jauh dalam menyerang orang lain,” kata seorang netizen asal Jepang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News