Netizen Indonesia bahkan menyematkan julukan istimewa kepadanya sebagai "Top Global Ngolah". Julukan ini muncul karena kepiawaian Choky dalam "mengolah" obrolan (small talk) dengan para tamu.
Pendekatannya yang sangat luwes membuat orang yang diajak bicara merasa dihormati, tidak canggung, dan merasa dihargai secara personal.
Kehebohan ini bahkan memicu tren baru di media sosial, di mana banyak orang ikut memparodikan gaya bicaranya. Salah satunya adalah komika Arif Brata yang membuat konten parodi menyapa rekan sesama komika hingga Pandji Pragiwaksono dengan sambutan formal nan anggun ala Choky Sitohang.
Riset Puluhan Lembar dan Kerja Tim
Kemampuan magis Choky dalam mengolah obrolan tidak jatuh dari langit. Menjadi seorang top-notch MC menuntut profesionalitas dan persiapan yang luar biasa di balik layar.Sebelum acara dimulai, Choky terbiasa membaca lembar panduan yang tebalnya bisa puluhan lembar demi membedah profil audiens, tokoh yang hadir, hingga berita terbaru seputar mereka. Hal ini dilakukan untuk mencari bahan mencairkan suasana atau sebaliknya, menghindari topik sensitif.
Saat acara berlangsung, ia dibantu oleh asisten yang berjaga di pintu masuk. Asisten tersebut akan langsung membisikkan informasi via earset kepada Choky mengenai siapa saja tokoh penting yang baru tiba agar bisa langsung disapa secara personal. Viralnya gaya komunikasi Choky Sitohang membuktikan bahwa skill mengolah kata dan obrolan bukan sekadar pelengkap, melainkan aset berharga dalam dunia profesional.
Bagi Sobat Medcom yang ingin kariernya meroket di tempat kerja atau ingin tampil percaya diri di hadapan klien, taktik komunikasi Choky Sitohang ini bisa dicontek dan diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Dengan melakukan riset kecil terhadap lawan bicara, mengingat nama mereka, dan menunjukkan rasa hormat yang tulus, suasana kerja yang kaku pun bisa diubah menjadi lebih hangat dan produktif. Jadi, sudah siap mencoba teknik "ngolah" ini di kantor esok hari?
(Fany Wirda Putri)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda