Pelantun hits "Toxic" tersebut sebelumnya dihentikan polisi pada Rabu malam sekitar pukul 21.30 waktu setempat setelah kendaraan yang dikemudikannya dilaporkan ugal-ugalan di jalan.
Menurut rekaman audio panggilan darurat 911, mobil BMW yang dikendarai Spears disebut melaju dengan kecepatan tinggi, berpindah-pindah jalur, serta melakukan manuver tidak menentu seperti pengereman mendadak dan belokan tiba-tiba. Kendaraan tersebut juga dilaporkan sempat melaju tanpa lampu belakang menyala.
Di tengah sorotan publik terhadap insiden tersebut, Alexander menyampaikan pembelaannya melalui unggahan di akun Instagram pribadinya. Ia meminta publik dan awak media untuk tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum fakta yang sebenarnya terungkap.
Seorang sumber yang berbicara kepada TMZ menyebutkan bahwa Spears mengklaim kadar alkohol dalam tubuhnya berada di angka sekitar 0,06 persen. Angka tersebut masih berada di bawah batas legal di negara bagian California yang ditetapkan sebesar 0,08 persen.
"Jika laporan itu akurat bahwa kadar alkohol dalam darahnya adalah 0,06, itu di bawah batas legal di sebagian besar negara bagian. Dan jika satu-satunya zat dalam tubuhnya adalah obat-obatan yang diresepkan secara legal, itu akan mengubah narasi sepenuhnya," tulis Alexander dikutip dari Music News pada Jumat, 6 Maret 2026.
Ia juga menyoroti cepatnya penyebaran spekulasi berita liar di internet yang menurutnya kerap melampaui dari fakta yang sebenarnya.
"Namun internet sudah langsung membahas 'mengemudi dalam keadaan mabuk', 'rehabilitasi', dan berbagai spekulasi yang belum terbukti," lanjutnya.
Alexander menegaskan bahwa Spears seharusnya mendapatkan perlakuan yang adil dalam proses hukum yang sedang berjalan saat ini.
"Rumor menyebar lebih cepat daripada fakta, dan tiba-tiba seseorang dihakimi bahkan sebelum kebenaran terungkap. Britney Spears berhak mendapatkan hal yang sama seperti orang lain: fakta, keadilan, dan proses hukum yang semestinya - bukan berita utama yang dibangun berdasarkan spekulasi," tutup Alexander.
Britney Spears sendiri kini dijadwalkan bakal menjalani proses sidang perdana pada 4 Mei 2026 mendatang di Pengadilan Tinggi California, Amerika Serikat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News