Jakarta: Semangat generasi muda untuk berkontribusi bagi Indonesia tidak hanya diwujudkan melalui prestasi, tetapi juga lewat aksi nyata di lingkungan sekitar. Salah satunya dilakukan Jerhemy Owen yang konsisten mengajak anak muda lebih peduli terhadap kelestarian alam melalui media sosial.
Jerhemy Owen dikenal sebagai kreator TikTok sekaligus pemerhati lingkungan yang aktif menyuarakan isu keberlanjutan atau sustainability. Sejak mulai berkarya di TikTok pada 2020, ia menggunakan platform tersebut untuk membagikan edukasi sekaligus mengajak masyarakat terlibat dalam berbagai gerakan pelestarian lingkungan.
Latar belakang pendidikan Ilmu Lingkungan dari Avans University of Applied Sciences di Belanda turut memperkuat kepedulian Owen terhadap isu lingkungan. Namun, ia tidak ingin pengetahuan tersebut hanya berhenti sebagai materi edukasi. Owen berusaha mengubah konten digital menjadi aksi yang bisa melibatkan masyarakat secara langsung.
Salah satu gerakan yang ia gagas adalah Wenanam. Dimulai pada 2025, gerakan tersebut mengajak masyarakat berpartisipasi melalui cara sederhana, salah satunya dengan membagikan video yang diunggah Owen di TikTok. Setiap 15 kali video dibagikan, kontribusi tersebut dikonversikan menjadi satu pohon yang akan ditanam.
Gerakan tersebut mendapat respons besar dari komunitas TikTok. Lebih dari 10.000 bibit pohon berhasil dikumpulkan dan kemudian ditanam di Kampung Cibulao, kawasan hulu Sungai Ciliwung, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Penanaman dilakukan bersama Kementerian Kehutanan Republik Indonesia, pemerintah daerah, dan WWF Indonesia.
Aksi tersebut turut mendukung pemulihan lebih dari 24 hektare kawasan hutan sekaligus membantu menjaga keanekaragaman hayati. Owen kemudian melanjutkan gerakan tersebut pada 2026 melalui kampanye #PohonUntukAceh.
Kampanye #PohonUntukAceh ditujukan untuk membantu pemulihan kawasan hutan yang terdampak banjir bandang dan longsor di sejumlah wilayah Sumatra pada akhir 2025. Hingga Juli 2026, gerakan tersebut telah mengumpulkan 250.000 bibit pohon yang mulai ditanam di kawasan Hutan Lindung Tenggulun, Aceh Tamiang.
Dalam pelaksanaannya, Wenanam menggandeng Peusangan Elephant Conservation Initiative atau PECI, sebuah inisiatif konservasi yang didukung WWF Indonesia, bersama komunitas lokal. Upaya tersebut ditujukan untuk membantu memulihkan fungsi ekologis kawasan sekaligus mendukung kelestarian habitat satwa liar.
Owen juga menjalankan sejumlah program sosial lain di luar gerakan penanaman pohon. Ia menyebut pembangunan akses air bersih dan sekolah sebagai bagian dari upaya yang dilakukan untuk memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.
"Beberapa program-program yang mungkin saya sudah kerjain adalah di sosial media, yang pertama-tama itu ada Wenanam, di mana kami menanam pohon tahun lalu, dan juga tahun ini. Termasuk juga ada pembangunan akses air bersih, yaitu Wengalir, kami membangun akses air bersih di Nusa Tenggara Timur, juga membangun sekolah," kata Jerhemy Owen.
Konsistensi Owen dalam mengangkat isu lingkungan juga membawanya ke panggung internasional. Kreator dengan lebih dari 5 juta pengikut dan 280 juta likes di TikTok itu menjadi perwakilan Indonesia yang diundang TikTok menghadiri COP29 di Azerbaijan pada 2024. Setahun kemudian, ia masuk dalam daftar global TikTok Change Makers 2025 yang menyoroti kreator dengan kontribusi positif.
Kontribusi kreator muda tidak hanya hadir melalui isu lingkungan. Elsa Novia dan Hendri Alejandro juga memanfaatkan platform digital untuk membawa dampak positif di bidang masing-masing.
Elsa Novia dikenal sebagai kreator TikTok yang mengangkat sejarah dan budaya Tionghoa-Indonesia, khususnya Peranakan Tionghoa dan Cina Benteng. Ia mulai aktif membuat konten pada 2022 dengan berbagai topik sebelum akhirnya fokus pada sejarah dan budaya setelah salah satu videonya tentang tradisi Tionghoa mendapat respons luas.
Untuk memastikan informasi yang dibagikan akurat, Elsa melakukan riset melalui buku, jurnal, serta berdiskusi dengan sejumlah budayawan Peranakan. Kontennya kemudian berkembang menjadi Benteng Walking Tour yang ia bangun bersama sang ayah untuk memperkenalkan sejarah dan budaya Tionghoa Cina Benteng secara langsung kepada masyarakat.
"Gara-gara saya buat konten di TikTok, saya membuat tur budaya Tionghoa, namanya Benteng Walking Tour, yang memperkenalkan secara langsung budaya Tionghoa Cina Benteng di daerah saya kepada mungkin orang lokalnya, kepada luar Tangerang. Bahkan pernah juga ada orang Malaysia, ada Belanda juga pernah, Jepang, sama kemarin juga dari China ada," kata Elsa Novia.
Sementara itu, Hendri Alejandro memanfaatkan ekosistem affiliate dan LIVE Shopping untuk membantu masyarakat di Desa Ibun, Kabupaten Bandung, Jawa Barat. Melalui Ibun Mall, Hendri membantu pelaku usaha rumahan memperluas pemasaran produk mereka melalui kanal digital.
Upaya tersebut kemudian berkembang melalui Komunitas Host 1 Miliar yang kini beranggotakan lebih dari 300 kreator dari berbagai daerah di Indonesia. Komunitas tersebut menjadi ruang bagi para anggota untuk belajar, berbagi pengalaman, dan mengembangkan kemampuan dalam ekosistem LIVE Shopping.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan