Tasya Kamila, alumni penerima beasiswa LPDP (Foto: Instagram/tasyakamila)
Tasya Kamila, alumni penerima beasiswa LPDP (Foto: Instagram/tasyakamila)

Disentil Warganet Soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Sedih Dibilang Begini

Basuki Rachmat • 26 Februari 2026 19:02
Ringkasnya gini..
  • Tasya Kamila disorot usai buka kontribusi LPDP; tuai pujian dan kritik soal dampak nyata.
  • Alumni Lembaga Pengelola Dana Pendidikan ini jawab kritik warganet, akui belum penuhi semua ekspektasi.
  • Lulusan Columbia University itu klaim gerakan lingkungannya wujud ilmu dan kontribusi pajak.
Jakarta: Nama mantan penyanyi cilik Tasya Kamila tengah menjadi sorotan publik setelah membagikan rincian kontribusinya sebagai alumni beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Unggahan tersebut memicu perbincangan hangat di media sosial, memunculkan pujian sekaligus kritik dari warganet.
 
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, Tasya memaparkan sejumlah bentuk tanggung jawab dan kontribusi yang ia lakukan setelah menyelesaikan studi S-2 di Columbia University, Amerika Serikat, yang dibiayai melalui dana negara. 
 
Ia menekankan komitmennya untuk mengaplikasikan ilmu yang diperoleh demi kepentingan publik, khususnya di bidang lingkungan dan kebijakan.

Namun, tak semua respons bernada positif. Sejumlah warganet mempertanyakan dampak nyata dari kontribusi tersebut. Salah satu akun Instagram, @houseofvya, secara terbuka mengutarakan ketidakpuasannya.
 
"Mbak kok impact-nya nggak sebesar dana yang dikeluarkan ya? Ini lebih mirip prokeran BEM/kantor, program CSR perusahaan, atau kegiatan ibu-ibu di lingkungan," tulis akun Instagram warganet tersebut.
Menanggapi komentar itu, Tasya memilih merespons dengan nada tenang. Ia menyampaikan permintaan maaf seraya mengakui bahwa kontribusinya mungkin belum mampu memenuhi ekspektasi semua pihak.
 
"Huhu maaf ya aku belom bisa penuhin ekspektasi kamu sebagai penerima beasiswa. Alhamdulillah baik LPDP maupun orang-orang yang terdampak lewat berbagai gerakanku berkenan," balas Tasya Kamila di kolom komentar.
 
"Tapi aku sadar memang aku nggak bisa memenuhi ekspektasi dan menyenangkan hati semua orang," lanjutnya.
 
Meski membalas dengan santun, Tasya tak bisa menutupi rasa sedihnya ketika gerakan lingkungan yang ia rintis dianggap tidak berdampak. Baginya, apa yang ia kerjakan saat ini adalah implementasi langsung dari keilmuan Public Administration yang ia serap di Columbia University.
 
"Jujur aku sedih karena usahaku, gerakan akar rumput untuk lingkungan dibilang gak berdampak. Aku mempraktikkan keilmuan yang aku dapat di Columbia University, soal bagaimana kebijakan publik bisa efektif dijalankan melalui gerakan akar rumput dan bagaimana publik juga bisa mendorong kebijakan," ungkap Tasya Kamila.
 
Ia juga menjelaskan bahwa pada 2016, isu Sustainable Development Goals (SDGs) menjadi salah satu prioritas nasional, sehingga bidang studi yang ia ambil termasuk dalam jurusan yang diprioritaskan LPDP.
 
"Kebetulan di tahun 2016, isu SDGs menjadi salah satu prioritas sehingga jurusan kuliahku menjadi salah satu yang diprioritaskan LPDP," tuturnya.
 
Tasya mengakui bahwa gerakan berbasis komunitas memang bisa dilakukan siapa saja, bahkan tanpa latar pendidikan luar negeri. Namun menurutnya, tetap dibutuhkan sosok inisiator yang mampu menjembatani publik dan pembuat kebijakan.
 
"Gerakan-gerakan ini memang bisa dan justru HARUS dikerjakan siapa saja, tapi tetap harus ada yang mau jadi inisiator, amplifier, dan memberikan wadah untuk mengerjakannya," tegas Tasya.
 
"Harus pula ada yang menjembatani antara policymaker dan publik agar pesan tersampaikan sehingga kita tahu apa yang harus dilakukan dan tujuan lingkungan terwujud," lanjutnya.
 
Tasya juga sempat menyinggung soal kontribusi finansialnya sebagai penerima beasiswa negara. Ia menyebut, melalui pekerjaannya di industri kreatif, ia telah berkontribusi lewat pajak yang dibayarkan sejak lulus kuliah.
 
Disentil Warganet Soal Kontribusi LPDP, Tasya Kamila Sedih Dibilang Begini
 
"Kak, kalau mau ngomongin monetary impact, Alhamdulillah dari rezekiku dalam pekerjaanku di industri kreatif juga sudah berkontribusi untuk pajak. Kalau dihitung sejak aku lulus, pajak yang management-ku setorkan Insya Allah udah bisa nutup itu uang sekolahku," katanya.
 
Di akhir pernyataannya, Tasya menegaskan bahwa perjalanannya untuk memberi dampak positif masih panjang.
 
"Insya Allah aku masih ada semangat untuk terus berdampak baik di tiap pekerjaan yang aku jalani. Ini baru sebagian dari perjalananku," tutup Tasya Kamila.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA