Irish Bella dan Haldy Sabri pamer potret baby bump (Foto: Instagram @_irishbella_)
Irish Bella dan Haldy Sabri pamer potret baby bump (Foto: Instagram @_irishbella_)

Perjuangan Irish Bella Perdana Jalani Program Bayi Tabung, Sakit Fisik dan Emosional

Elang Riki Yanuar • 10 September 2026 22:56
Ringkasnya gini..
  • Irish Bella mengungkap perjuangan emosional dan fisik saat menjalani program bayi tabung setelah dua kali inseminasi gagal.
  • Setelah IVF sebelumnya gagal, Irish Bella melanjutkan program di Malaysia dan menjalani dua siklus hingga mendapatkan hasil yang lebih baik.
  • Bagi Irish Bella, dukungan dokter dan keluarga sangat penting untuk menghadapi rasa sakit, perubahan emosi, serta ketidakpastian selama IVF.
Jakarta: Irish Bella menceritakan pengalaman menjalani program bayi tabung di Malaysia. Bagi Irish, proses tersebut bukan perjalanan yang mudah karena harus menghadapi rasa sakit secara fisik sekaligus tekanan emosional.

Sebelum menjalani bayi tabung, Irish Bella dan suami, Haldy Sabri sempat mencoba program inseminasi sebanyak dua kali. Setelah upaya tersebut belum membuahkan hasil, keduanya kemudian memutuskan menjalani program IVF.

Irish mengaku pengalaman pertamanya menjalani IVF menjadi salah satu fase yang cukup berat. Dia tidak hanya harus berhadapan dengan berbagai prosedur medis, tetapi juga merasakan perubahan kondisi tubuh selama menjalani stimulasi hormon.

“Rasanya campur aduk. Bukan hanya secara fisik karena sakit, tetapi secara emosi juga luar biasa. Saat stimulasi hormon, mood swing itu sangat terasa,” cerita Irish.

Menurut Irish, stimulasi hormon memberikan pengaruh yang cukup besar terhadap suasana hatinya. Perubahan emosi tersebut datang di tengah proses yang sejak awal sudah dipenuhi harapan sekaligus rasa khawatir mengenai hasil program.

Tekanan emosional juga semakin terasa ketika percobaan IVF sebelumnya mengalami kegagalan. Irish dan suami harus kembali menguatkan diri untuk menjalani proses berikutnya setelah hasil yang diharapkan belum tercapai.
“Menurut saya, kita harus cocok dengan dokternya. Dokternya harus support sama kita,” ujar Irish.

Irish menyadari bahwa dukungan emosional menjadi hal yang sangat penting selama menjalani program bayi tabung. Baginya, pasien tidak hanya membutuhkan dokter yang memahami kondisi medis, tetapi juga sosok yang dapat memberikan rasa nyaman ketika menghadapi masa-masa sulit.

Salah satu hal yang paling membuat Irish merasa tertekan adalah ketidakpastian. Meski berbagai tahapan sudah dijalani, hasil akhir tetap tidak bisa diketahui dengan pasti sejak awal.

“Saya tidak suka hal-hal yang tidak pasti,” ungkapnya.

Setelah pengalaman IVF sebelumnya, Irish dan suami kemudian melanjutkan program di Malaysia. Keduanya mendapatkan rekomendasi hingga akhirnya bertemu dengan Dr. Wan SYahirah Binti Yang Mohsin atau Dr. Sera dari Alhaya Fertility Kuala Lumpur.

Irish menjalani dua siklus IVF di Malaysia. Pada siklus pertama, ia berhasil mendapatkan embrio meski jumlah blastokista yang diperoleh belum banyak.

Hasil tersebut menjadi perkembangan yang cukup berarti bagi Irish karena pada pengalaman IVF sebelumnya ia tidak berhasil mendapatkan blastokista sama sekali. Dari sana, Irish kembali menjalani proses berikutnya dengan pendekatan yang disesuaikan dengan kondisinya.

Pada siklus berikutnya, hasil yang diperoleh menjadi lebih baik. Meski demikian, Irish tetap mengingat bahwa setiap tahapan bayi tabung memiliki tantangan tersendiri dan membutuhkan kesiapan secara fisik maupun emosional.
Selain harus menjalani suntikan dan stimulasi hormon, Irish juga membutuhkan dukungan dari orang-orang terdekat. Dia mengaku keluarga, termasuk suami dan anaknya, turut memberikan bantuan selama dirinya menjalani rangkaian program.

Pengalaman tersebut membuat Irish semakin menyadari bahwa perjalanan mendapatkan keturunan melalui IVF bukan hanya persoalan medis. Rasa sakit, perubahan emosi, rasa cemas, hingga ketidakpastian hasil menjadi bagian yang harus dihadapi pasien.

Bagi Irish, memiliki dokter yang mampu memberikan dukungan emosional membuat perjalanan tersebut terasa lebih ringan. Ia pun merasa bersyukur bisa mendapatkan pendampingan selama menjalani program bayi tabung di Malaysia.

Kehamilan ini merupakan yang pertama bagi Irish dari pernikahan dengan Haldy Sabri. Sebelumnya dia sudah punya dua anak hasil dari pernikahan dengan Ammar Zoni.





 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA