Jakarta: Ivan Gunawan mengajak 14 karyawan dan teman-temannya dari yayasan untuk menjalankan ibadah umrah ke Tanah Suci. Perjalanan tersebut menjadi salah satu bentuk perhatian Ivan kepada orang-orang yang selama ini bekerja bersamanya.
Rombongan tersebut berangkat lebih dulu, sementara Ivan menyusul sehari kemudian karena tidak mendapatkan tiket pesawat pada hari yang sama. Meski demikian, Ivan mengaku senang karena para karyawannya bisa lebih dulu tiba di Tanah Suci.
Dalam perjalanan tersebut, Ivan memilih menggunakan layanan private travel. Ia mengatakan pilihan tersebut membuat perjalanan umrah selama sembilan hari terasa lebih leluasa dan dapat digunakan untuk beribadah dengan lebih fokus.
Bebaskan Karyawan Selama Umrah
Menariknya, Ivan tidak memberikan jadwal ketat kepada 14 orang yang ikut bersamanya. Ia justru memberikan kebebasan kepada para karyawan untuk menentukan aktivitas masing-masing selama berada di Tanah Suci.
"Enak, nggak ribet sama sekali. Aku bebaskan mereka, mau ke masjid boleh, ke mal boleh, ngapain boleh. Kalau aku nggak ada, oh jam segini ke sini, nggak ada. Aku membebaskan," ujar Ivan Gunawan.
Ivan juga mengatakan para karyawan tidak harus selalu menunggu satu sama lain. Mereka dapat menentukan sendiri waktu untuk beribadah maupun melakukan aktivitas lainnya.
"Jadi mau aktivitas di masjid, berangkat subuh. Jadi kita nggak ada tunggu-tungguan, nggak ada. Jadi siap-siap mandi, jalan. Kalau nggak mau jalan ya terserah, jadi ini nikmat senikmat-nikmatnya," lanjutnya.
Perjalanan tersebut juga menjadi pengalaman spiritual bagi Ivan. Ia membagikan rasa syukurnya dapat kembali ke Masjidil Haram dan menjalani ibadah di Tanah Suci.
Kisah Ivan mengajak 14 karyawan untuk umrah kemudian mendapat perhatian karena perjalanan tersebut tidak hanya menjadi momen ibadah bagi dirinya, tetapi juga memberikan kesempatan kepada orang-orang yang bekerja bersamanya untuk merasakan pengalaman serupa.
(Annisa Julinah)