Gugatan ini resmi didaftarkan ke Pengadilan Los Angeles pada Jumat, 27 Februari 2026. Dalam dokumen tersebut, Cascio bersaudara menuduh pelantun "Thriller" itu telah membius, memperkosa, hingga melakukan pelecehan seksual berulang terhadap mereka.
Melansir laporan dokumen pengadilan dari Page Six, Cascio bersaudara memberikan kesaksian bahwa tindakan child grooming tersebut dimulai sejak mereka masih berusia tujuh atau delapan tahun. Mereka menyebut Jackson melakukan metode "cuci otak" yang lazim digunakan predator anak untuk menjerat korbannya.
"Dia memanfaatkan kekayaan dan ketenarannya, serta didukung oleh sistem karyawan yang secara aktif menyembunyikan pelecehan tersebut," bunyi dokumen pengadilan yang dikutip pada Selasa, 3 Maret 2026.
Keluarga Cascio masuk ke lingkaran Jackson melalui ayah mereka yang bekerja di sebuah hotel mewah langganan sang bintang. Sejak saat itu, Jackson disebut membanjiri mereka dengan hadiah mewah dan perhatian obsesif.
Namun, di balik itu, mereka mengklaim dicekoki alkohol, narkoba, hingga diperlihatkan materi pornografi untuk menormalkan pelecehan yang terjadi.
"Dia memberi mereka narkoba dan alkohol. Dia menunjukkan kepada mereka pornografi, termasuk gambar anak-anak tanpa busana, untuk menormalkan pelecehan dan membuat mereka mati rasa," bunyi dokumen pengadilan yang dikutip dari Page Six pada Selasa, 3 Maret 2026.
"Dia membuat mereka takut dan tidak percaya pada orang lain dengan meyakinkan mereka bahwa bukan hanya hidupnya, tetapi juga hidup mereka dan hidup anggota keluarga mereka, akan hancur jika ada yang mengetahui apa yang dia lakukan kepada mereka," lanjut isi dokumen tersebut.
Drama Uang Tutup Mulut untuk Kesepakatan Damai
Salah satu fakta menarik dalam gugatan ini adalah pengakuan adanya kesepakatan damai pada tahun 2020. Saat itu, Cascio bersaudara mengaku menerima "uang tutup mulut" sebesar USD3 juta (sekitar Rp47 miliar) per orang. Kini, mereka menuntut pembatalan perjanjian tersebut karena merasa menandatanganinya di bawah tekanan.Memanfaatkan hukum perlindungan penyintas pelecehan terbaru di California, mereka menuntut ganti rugi fantastis sebesar USD200 juta atau setara Rp3,37 triliun.
Menariknya, kini mereka diwakili oleh pengacara Mark Geragos. Sosok ini merupakan mantan pengacara Michael Jackson pada periode 2003-2004 yang dahulu justru bertugas membela Jackson dari tuduhan serupa.
Bantahan Keras Pihak Ahli Waris Michael Jackson
Di sisi lain, pihak ahli waris (Estate) Michael Jackson melalui pengacara Bryan Singer membantah keras seluruh tuduhan tersebut. Singer menilai gugatan ini hanyalah motif ekonomi semata."Selama lebih dari 25 tahun, keluarga ini dengan tegas membela Michael Jackson. Gugatan ini hanyalah upaya untuk mendapatkan keuntungan finansial dalam jumlah besar," ujar Bryan Singer.
Pihak Estate mengungkapkan bahwa sebelum mengajukan gugatan, keluarga Cascio sempat meminta pembayaran USD213 juta (Rp3,59 triliun) yang kemudian turun menjadi USD40 juta (Rp674 miliar) namun semua tuntutan itu ditolak karena dianggap tidak berdasar.
Babak baru persidangan kasus ini dijadwalkan akan digelar pada 5 Maret 2026 di Los Angeles, California. Kasus ini diprediksi bakal kembali membelah opini publik antara mereka yang percaya pada kesaksian korban dan mereka yang setia menjaga nama baik sang legenda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News