Melalui unggahan di akun Threads pribadinya, Maia membahas situasi ekonomi terkini di Indonesia, termasuk nilai tukar dolar AS yang telah menembus angka Rp18.000.
“Dollar tembus 18.000, pajak-pajak naik, potongan admin marketplace naik….” tulis Maia Estianty, dikutip pada Jumat, 5 Juni 2026.
Doa Maia Estianty dan Respons Warganet
Merespons situasi tersebut, Maia pun memanjatkan doa agar masyarakat Indonesia senantiasa mendapatkan rezeki yang melimpah dan tidak mengalami kekurangan dalam hidup.“Doa aja deh, ‘Yaa Allah berikanlah kami rejeki yang banyak, sehingga kami tidak kekurangan apapun… Aamiin’ untuk semuanya masyarakat Indonesia,” pungkas Maia.

Unggahan tersebut langsung ramai dikomentari oleh warganet. Bahkan, salah seorang di antaranya meminta suami Maia Estianty, yakni Irwan Mussry, untuk maju sebagai presiden.
“Bun pak irwan mursyi aja deh yg jadi presiden..” tulis seorang warganet.
Maia Estianty pun membalas komentar tersebut secara singkat, “Gak mau lah….”
Sorotan dari Kalangan Selebriti Lain
Selain Maia Estianty, sejumlah artis Indonesia lain juga menyuarakan kekhawatiran mereka terhadap masalah ini. Salah satunya adalah Bunga Zainal.Dalam unggahan di akun Threads miliknya, Bunga Zainal mengomentari pemberitaan mengenai lonjakan dolar AS yang menembus Rp18.000.
"Inget ya katanya rakyat gak boleh 'PANIK' Kata siapa hayoo?" tulis Bunga Zainal.
Selanjutnya, Nana Mirdad juga menyampaikan komentarnya terkait kenaikan nilai mata uang dolar AS yang kini berada di level Rp18.000.
"Penasaran, ini aku yang kelewat apa emang belum ada official statement lagi untuk nenangin warga mengenai ini?" tulis Nana Mirdad.
Faktor Pemicu Penguatan Dolar AS
Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diketahui terus melemah sejak awal Mei 2026. Berdasarkan data per Rabu, 3 Juni lalu, nilai tukar 1 dolar AS telah menyentuh angka Rp18.000 dan bertahan hingga hari ini.Dolar AS terus menguat secara global yang dipicu oleh tingginya suku bunga The Fed untuk menahan laju inflasi. Selain itu, memanasnya tensi geopolitik dan meningkatnya permintaan terhadap mata uang aman (safe-haven) turut memperkuat posisi mata uang tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News