Kuasa hukum Ressa, Ronald Armada menyebut Denada baru menghubungi kliennya setelah adanya gugatan penelantaran anak akhir tahun lalu. Karena itu, Ronald menyebut pernyataan pihak Denada agar mereka bisa menghindari gugatan penelantaran anak.
"Dia baru komunikasi itu setelah ada gugatan ini. Kalau memang dia pernah menyatakan bahwa pernah ada komunikasi sebelum ada gugatan ini, tunjukkan, buktikan. Sederhana kok," kata Ronald di Jakarta.
"Berarti sebelum ada gugatan ini, berarti dia kan pernah komunikasi? Itu tidak pernah," lanjutnya.
Ressa Rizky sebelumnya mengajukan gugatan terhadap Denada karena merasa ditelantarkan sebagai anak. Ressa yang kini berusia 24 tahun mengaku baru tahu Denada adalah ibu kandungnya. Selama ini, dia mengira Denada adalah kakak sepupunya.
"Kalau memang ada komunikasi di awal, komunikasi kasih sayang, mana mungkin Ressa ini memanggil beliau itu dengan sebutan 'Mbak'?" ujar Ronald.
Menurut Ronald, identitas Ressa di akta kelahiran tidak mencantumkan Denada sebagai ibu. Justru nama Didurosa Noerhansah yang merupakan kakek dari Ressa.
"Terus yang kedua, kenapa pula akta kelahiran Ressa ini atas nama Didurosa Noerhansah (kakek), bukan Denada Tambunan sebagai ibunya?" ujar Ronald.
Tim pengacara Denada memang mengklaim kliennya pernah mengirim uang kepada Ressa sejak Januari 2024. Namun, Ronald menyebut uang itu dikirim bukan sebagai nafkah.
"Sekarang kalau dia merasa sudah transfer sejak Januari 2024, terus kewajiban you yang 23 tahun ke mana? Itu pun bukan nafkah kok. Dia sekolah saja putus, tidak dibiayai. Mobil saja tidak dia cicil pembayarannya, sehingga Ressa terdepak dengan leasing," jelas Ronald.
Denada Akui Ressa sebagai Anak
Setelah lama didesak, Denada akhirnya mengakui Ressa adalah anak kandungnya. Dia meminta maaf karena memutuskan tidak membesarkan Ressa sejak bayi."Saya betul-betul minta maaf kepada Ressa karena tidak hidup bersama saya sejak bayi, sebab saat itu kondisi psikis saya sedang tidak layak," sambungnya.
Denada uga menyampaikan penyesalan karena baru mengungkap kebenaran ini setelah sekian lama.
"Saya meminta maaf karena baru saat ini, setelah waktu yang panjang, saya bisa mengatakan bahwa saya adalah ibu kandungnya," ujar Denada.
Ia secara tegas mengakui kesalahan yang diperbuat, termasuk meninggalkan sang anak saat masih berusia sepuluh hari.
"Itu kesalahan, kebodohan, dan kekhilafan saya, dan saya benar-benar meminta maaf. Saya berdoa dan berharap anak saya ini mau memaafkan dan bisa menerima saya dengan segala kekurangan. Saya masih harus banyak belajar untuk menjadi ibu yang sesuai harapan anak-anak saya," jelas ibu dua anak itu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News