Kapal Japan Maritime Self-Defense Force (JMSDF) JS Kunisaki beserta tiga helikopter CH-47 Chinook diketahui telah berada di Mempawah, Kalimantan Barat, sejak 12 September 2026.
Momen kedatangan militer Jepang itu turut diabadikan oleh warga setempat di media sosial. Dari rekaman siaran langsung di Facebook Rias Pengantin Elly Kencana, banyak warga mendekati kapal militer Jepang tersebut.
Bahkan, tidak sedikit dari mereka, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa, yang ingin berfoto bersama para tentara asal Jepang sebagai kenang-kenangan.
Baca Juga :
Agnez Mo Makin Dilirik Hollywood, Diusulkan Perankan Psylocke X-Men dan Tampil di Naruto
Sapaan Unik Warga
Namun, hal yang mencuri perhatian adalah momen ketika seorang warga memanggil tentara Jepang tersebut sebagai “Mr. Naruto”. Ungkapan ini disampaikannya setelah mengabadikan momen bersama salah satu tentara.“Terima kasih, Mr. Naruto,” ucap warga tersebut sambil menjabat tangan sang tentara.
Tentara Jepang yang mendengar panggilan tersebut sontak tertawa kecil sambil tersenyum ramah.
Apresiasi dan Kerja Sama Diplomasi
Sebelumnya, Menteri Pertahanan (Menhan) RI Sjafrie Sjamsoeddin memberikan apresiasi atas seluruh kontribusi yang diberikan Jepang dalam menangani karhutla di Indonesia.Bahkan, dalam kesempatan itu, Sjafrie Sjamsoeddin menyempatkan diri menghubungi Menteri Pertahanan Jepang Shinjiro Koizumi melalui panggilan telepon untuk mengucapkan terima kasih secara langsung.
Sjafrie Sjamsoeddin berharap kerja sama tersebut dapat meringankan beban Pemerintah Indonesia dalam menangani karhutla, sekaligus semakin mempererat hubungan kedua negara.
Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan Letjen TNI Tri Budi Utomo mengatakan bahwa tiga helikopter Jepang beroperasi menangani karhutla mulai 12 September sampai 19 September 2026.
Menurutnya, bantuan tersebut merupakan bagian dari kerja sama pertahanan komprehensif atau defense cooperation arrangement (DCA) antara Indonesia dan Jepang yang ditandatangani pada 4 Mei 2026.
Dalam kerja sama tersebut, salah satu ruang lingkup utamanya mencakup pengelolaan bencana, termasuk humanitarian assistance and disaster relief (HADR). Oleh karena itu, kerja sama ini bersifat kemanusiaan dan perlu dipandang dalam kerangka diplomasi secara utuh.