Informasi tersebut dikonfirmasi lewat unggahan akun Instagram resmi Pas Band. Sebelumnya, mereka sempat mengunggah foto emoji menangis dengan latar hitam tanpa konteks di sekitar waktu kematian Trisno.
“INNALILLAHI WA INNA ILAIHI RAJI’UN. TELAH BERPULANG KE RAHMATULLAH: SUTRISNO (56 TAHUN) - BASSIST PAS BAND,” tulis mereka via akun Instagram @pasband.id.
Lewat unggahan tersebut, Pas Band tak hanya mengabarkan kepergian Trisno, tetapi juga menyampaikan ungkapan belasungkawa dan doa untuk mendiang. Mereka turut mengajak para pengikut untuk mengenang serta mendoakan sang bassist.
“MOHON DIMAAFKAN ATAS SEGALA KHILAF DAN KESALAHAN SEMASA HIDUPNYA. SEMOGA ALMARHUM MENDAPATKAN AMPUNAN, RAHMAT, SERTA TEMPAT TERBAIK DI SISI ALLAH SWT,” harap Pas Band.
“SEMOGA KELUARGA YANG DITINGGALKAN DIBERIKAN KETABAHAN, KEKUATAN, DAN KEIKHLASAN,” sambungnya.
Jenazah Trisno akan disemayamkan di sebuah rumah duka kawasan Laswi, Bandung, sebelum akhirnya dimakamkan di TPU Cikutra, Bandung, pada Minggu, 2 Agustus 2026, pukul 10.00 WIB.
Riwayat Penyakit Trisno
Sehari sebelum meninggal dunia, drummer Pas Band Sandy Andarusman mengabarkan bahwa Trisno tengah dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) dalam kondisi kritis.“Dapet kabar malem ini……. Trisno kritis di ICU…… mohon dimaafkan segala kesalahan bro tris…….. Ya Allah ringankan sakitnya Trisno dan sembuhkan ya Allah,” harap Sandy.
Sang bassist diketahui sempat menjalani perawatan intensif di rumah sakit setelah mengalami sejumlah komplikasi kesehatan serius. Trisno didiagnosis mengalami gagal ginjal stadium lanjut dengan fungsi ginjal yang disebut hanya tersisa sekitar lima persen.
Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan medis, dokter menemukan kondisi ginjal Trisno sudah mengalami gangguan serius. Dia pun harus menjalani prosedur cuci darah sebagai bagian dari penanganan medis.
Sempat Enggan ke Dokter
Sandy menyebut tanda-tanda menurunnya kesehatan rekannya sudah terlihat sejak beberapa tahun terakhir. Para personel Pas Band sempat menyadari adanya perubahan pada kondisi fisik Trisno, mulai dari pembengkakan pada kaki hingga tubuh yang semakin kurus.Namun, menurut Sandy, Trisno selama ini enggan menjalani pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh. Sikap tersebut membuat penyebab pasti perubahan kondisi fisiknya tidak segera diketahui.
"Sebenarnya sudah beberapa tahun ini kami melihat ada yang enggak beres sama kesehatan Trisno seperti kaki yang membengkak, agak kurus. Tapi emang Trisno itu rock n roll banget, enggak mau bener-bener periksa ke dokter," ujar Sandy.
Idap Komplikasi Serius Lainnya
Sandy juga mengungkapkan bahwa sebelum diagnosis gagal ginjal diketahui, Trisno sempat menunjukkan indikasi gangguan kesehatan lainnya. Pemeriksaan sebelumnya menemukan adanya masalah pada liver serta tekanan darah tinggi.Kondisi kesehatan Trisno semakin kompleks setelah tim medis menemukan adanya sumbatan darah di bagian kepala. Masalah tersebut dinilai berisiko mengarah pada serangan stroke sehingga dokter harus segera mengambil tindakan medis.
"Yang bikin lebih berat karena ada sumbatan darah di kepala yang bisa ke arah stroke, maka dilakukan operasi penghentian sumbatan," kata Sandy.
Tak Boleh Aktif Berpikir
Setelah menjalani operasi, Trisno masih harus berada di bawah pengawasan ketat tim medis. Kondisi sarafnya disebut masih sensitif sehingga aktivitas yang dapat membuatnya terlalu banyak berpikir perlu dibatasi selama proses pemulihan.Situasi tersebut membuat pihak rumah sakit menerapkan pembatasan terhadap orang-orang yang ingin menjenguk Trisno. Langkah itu dilakukan untuk mengurangi risiko munculnya komplikasi setelah operasi.
"Kunjungan benar-benar dibatasi karena masih rawan kejang akibat operasi kalau terlalu aktif berpikir," tutur Sandy.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda