Bersama sang istri, Risky Adelia Regina Putri, Anas dikenal lewat konten keseharian keluarga yang sederhana dan menghibur. Berbeda dari banyak kreator yang mengandalkan sensasi, mereka memilih menyajikan momen-momen autentik yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Anas mengaku kelahiran putri pertamanya, Alena Nazwa, pada 2025 menjadi titik balik dalam perjalanan kariernya sebagai content creator. Sejak saat itu, ia mulai lebih selektif dalam menentukan ide dan pesan yang ingin disampaikan kepada jutaan pengikutnya.
"Kelahiran putri kami, Alena Nazwa, benar-benar mengubah perspektif kami tentang konten dan kehidupan secara umum. Sebagai orang tua, tentu ada tanggung jawab yang lebih besar untuk memastikan bahwa setiap konten yang kami bagikan mencerminkan nilai-nilai yang baik dan positif untuk keluarga Indonesia," ungkap Anas.
Pria kelahiran Sampang, Jawa Timur pada 1996 itu mengatakan dirinya kini tidak lagi hanya mengejar viral atau tingginya jumlah penonton. Menurutnya, konten yang dibuat harus mampu memberikan dampak positif sekaligus menjadi contoh yang baik bagi keluarga Indonesia.
Anas menjelaskan bahwa kejujuran menjadi fondasi utama dalam setiap karya yang ia unggah bersama sang istri. Konten sederhana justru menjadi identitas yang membuat mereka dicintai oleh jutaan warganet.
"Konten yang kami buat memang sederhana, hanya tentang kehidupan sehari-hari pasangan suami istri. Tapi kami sadar bahwa banyak orang yang merindukan kebersamaan dan kehangatan seperti itu. Itu sebabnya kami selalu berusaha menghadirkan momen-momen autentik tanpa dibuat-buat, karena kejujuran adalah kunci untuk terhubung dengan penonton," tuturnya.
Dengan jumlah pengikut yang terus bertambah, Anas tetap berpegang pada prinsip konsistensi. Baginya, hubungan yang baik dengan audiens jauh lebih penting dibanding sekadar mengejar angka statistik media sosial.
"Konsistensi adalah rahasia kami dalam membangun audiens yang setia. Tidak peduli berapa banyak view atau like yang kami dapatkan, kami selalu upload konten secara teratur dan menjaga kualitasnya. Audiens bukan hanya tentang angka, tetapi tentang komunitas yang benar-benar peduli dengan apa yang kami bagikan," jelasnya.
Risky memiliki pandangan yang sama. Menurutnya, keluarga kecil mereka menjadi motivasi untuk terus berkarya sekaligus berbagi kepada sesama.
"Kami ingin dikenal bukan hanya karena konten yang viral, tetapi juga karena manfaat yang bisa kami berikan kepada orang lain. Kehadiran keluarga kecil kami menjadi penyemangat untuk terus berkarya, bekerja, dan berbagi kepada sesama," ujar Risky.
Baca Juga :
Cerita Kak Kev Soal Kerasnya Tekanan Kreator Konten, Mirip Karakter Monster Pabrik Rambut
Anas pun menegaskan bahwa latar belakangnya sebagai putra daerah Madura tidak pernah menjadi penghalang untuk berkembang di dunia digital. Ia juga berharap media sosial semakin banyak diisi oleh konten yang memberikan inspirasi dan semangat positif bagi masyarakat.
"Kami berharap media sosial dapat menjadi ruang yang lebih positif. Tidak hanya menghadirkan hiburan, tetapi juga menjadi tempat untuk menebarkan semangat kepedulian dan saling menguatkan," tutupnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda