Melalui unggahan Instagram Story di akun @cakecaine, Nadin Amizah membagikan surat hasil pemeriksaan medis terkait kondisi tubuhnya. Dalam unggahan tersebut, tertulis diagnosis spasmodic dysphonia dan ia disarankan untuk segera menjalani terapi.
Nadin Amizah mengaku merasa lega setelah mengetahui diagnosis tersebut. Pasalnya, belakangan ini ia menduga bahwa kemampuan bernyanyinya mengalami penurunan secara teknis.
“Akhirnya menemukan (suspect) diagnosa untuk apa yang aku pikir adalah kemampuan bernyanyiku degrading/berkurang, ternyata bukan itu masalah utamanya,” tulis Nadin Amizah dalam keterangan unggahannya pada Kamis, 8 Januari 2026.
Ia merasa bersyukur karena kekhawatirannya selama ini bukan sekadar imajinasi atau perasaan semata. Ternyata, memang ada gangguan kesehatan yang nyata pada tubuhnya.
“Alhamdulillah, apa yang saya rasakan selama ini bukanlah sekadar imajinasi atau kekhawatiran yang berlebihan. Tubuh saya memang sedang mengalami sesuatu,” tulis Nadin.
Penyanyi ini menilai bahwa hasil diagnosis tersebut merupakan kesempatan baginya untuk merawat kesehatan tubuh dengan lebih baik daripada sebelumnya.
“Dan ini adalah saatnya bagi saya untuk memberikan perhatian dan perawatan yang lebih baik kepada diri sendiri dibandingkan sebelumnya,” lanjut Nadin.

(Unggahan Instagram Story Nadin Amizah Sakit Pita Suara, Dok. Instagram/cakecaine)
Dalam unggahan berikutnya, Nadin memperlihatkan video cara kerja pita suara manusia. Ia menjelaskan bahwa pita suara yang sehat seharusnya bergerak secara lentur saat digunakan.
Namun, berbeda dengan kondisi normal, pita suara Nadin Amizah terlihat kaku dalam rekaman tersebut. Hal ini mengonfirmasi adanya masalah pada organ yang berfungsi menghasilkan suara tersebut.
“Ini pita suaraku saat menutup dan bersuara, lurus dan kaku. bergetar tapi ga lentur,” tulis Nadin.
Walaupun kondisinya tidak sampai membuatnya berhenti bernyanyi sepenuhnya, Nadin merasa bahwa teknik dan caranya bernyanyi kini telah berubah.
“Kondisinya memang tidak seburuk itu sampai membuat saya benar-benar kehilangan suara atau tidak bisa bernyanyi, saya masih mampu melakukannya. Namun, hal ini sudah cukup signifikan untuk mengubah cara saya bernyanyi,” tulis Nadin.

(Unggahan Instagram Story Nadin Amizah Sakit Pita Suara, Dok. Instagram/cakecaine)
Pelantun lagu “Bertaut” ini pun membeberkan sejumlah gejala yang dialaminya akibat penyakit spasmodic dysphonia. Beberapa di antaranya adalah suara yang mudah fals hingga rentang vokal (vocal range) yang menurun drastis.
“I can still sing, tapi symptoms-nya seperti ini:, nada gampang selip / fals, baru menyanyi sebentar, leher sudah pegal dan sakit banget, BAHKAN BERBICARA TERLALU LAMA SAJA LEHER PEGAL DAN SAKIT BANGET, saat sedang menyanyi, air liur banyak menggenang di mulut dan susah ditelan, vocal range menyempit/turun dari rentang sebelumnya (nada yang biasanya gampang dicapai jadi susah/almost impossible)” jelas Nadin.
Nadin mengaku cukup sedih mengalami perubahan ini, mengingat bernyanyi adalah aktivitas utama dan rutinitas kesehariannya sebagai musisi.
“Jadi kalau dibilang tidak bisa menyanyi sih, tidak juga ya, masih bisa saja, tapi bayangkan sesedih apa sesuatu yang biasanya semudah dan seringan bernapas untukku menjadi sesuatu yang berat, butuh usaha lebih, dan terutama yang paling mengganggu, membuat sakit,” pungkas Nadin.
Ke depannya, Nadin Amizah berkomitmen untuk rutin menjalani latihan vokal dan terapi wicara. Meski sedang dalam masa pemulihan, ia memastikan akan tetap aktif manggung sesuai jadwal yang telah ditentukan.
"PR ku sekarang adalah untuk tetep latihan vocal (which i already do) dan ditambah rehab dengan speech therapy (belum mulai, nunggu jadwal) namun, karna tuntutan profesi, aku akan terus manggung paralel penyembuhan dan recovery," pungkas Nadin.
.jpg)
(Unggahan Instagram Story Nadin Amizah Sakit Pita Suara, Dok. Instagram/cakecaine)
Apa Itu Spasmodic Dysphonia?
Melansir dari Cleveland Clinic, spasmodic dysphonia adalah gangguan bicara langka yang menyebabkan kesulitan dalam bersuara. Kondisi ini terjadi ketika pita suara mengalami kejang (spasme) yang tidak terkendali.Gangguan ini dapat membuat suara tiba-tiba terdengar tegang, berdesis (breathy), atau seolah-olah kehilangan suara. Meskipun belum ada obat yang dapat menyembuhkannya secara total, terdapat berbagai metode penanganan yang efektif membantu pasien, termasuk pemberian obat-obatan dan terapi suara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News