Sidang perceraian resmi digelar di Pengadilan Agama (PA) Medan, Sumatra Utara, Rabu (25/3), dan keduanya disebut hadir dalam agenda tersebut.
Tuntut Nafkah Anak Rp30 Juta per Bulan
Mawa pun menuntut nafkah berupa 45 gram logam mulia (emas), nafkah iddah dan mut'ah senilai Rp100 juta, serta nafkah anak sebesar Rp30 juta per bulan dalam gugatan cerainya. Tuntutan tersebut pun diajukan melalui PA Lubuk Pakam, Deli Serdang.Muhammad Idrus selaku kuasa hukum Mawa mengungkap bahwa pembahasan terkait nafkah belum menjadi fokus dalam mediasi kali ini. Hal tersebut akan dibahas lebih lanjut dalam pokok perkara.
"Tadi yang bisa dipertemukan ataupun dibahas masalah hak asuh anak," ucap Idrus kepada awak media.
Baca Juga :
Polisi Ungkap Peredaran Narkoba di Tempat Hiburan Malam White Rabbit, Pemilik hingga Karyawan Tersangka
Idrus juga menyebut, pihak Insanul tidak keberatan jika hak asuh jatuh ke tangan Mawa. Ditambah, mereka sudah menyepakati pertemuan Insanul dengan anak hanya bisa dilakukan jika sang buah hati bersedia.
"Dan kemudian perihal hak asuh anak, dari pihak tergugat (Insanul) pun tidak keberatan hak asuh anak itu jatuh ke tangan penggugat (Mawa). Namun, dari pihak tergugat meminta untuk diberikan akses untuk melihat anaknya," ujarnya.
Sambungnya, “Kesepakatan tadi, secara tertulis diberikan akses itu. Melihat anak dalam waktu tidak menghalangi sekolahnya. Sepanjang anak itu bersedia untuk bertemu tergugat.”
Idrus pun menegaskan bahwa kliennya tidak pernah mempersulit Insanul untuk bertemu anaknya selama ini.
"Selama ini dari pihak penggugat tidak mempersulit. Tetap diberikan akses," tambahnya.
Kontradiksi Pernyataan Mawa dengan Kenyataan Insanul
Di sisi lain, Insanul mengaku masih belum bisa bertemu dengan anaknya selama proses perceraian berlangsung. Ia sempat menyebut bahwa Mawa tidak mengizinkan anaknya bertemu sang ayah.Ketika ditanya mengenai kendala yang membuatnya tak bisa bertemu sang buah hati, Insanul tak bisa menjelaskan alasan Mawa secara pasti. Ia pun memilih untuk pasrah.
Tak hanya sulit bertemu, komunikasi dengan anak-anaknya pun disebut sudah terputus. Ia mengungkap pertemuan terakhir yang terjadi pada saat itu.
Pada momen Hari Raya Idulfitri atau Lebaran, Insanul mengaku sedih karena tidak bisa meluangkan waktu dengan anak-anak.
"Iyalah, pasti sedih sih. Maksudnya kan momennya Lebaran," ungkapnya.
Sebelumnya, gugatan cerai ini mencuat setelah Insanul diduga berselingkuh hingga menikah siri dengan Inara Rusli. Muhammad Idrus juga mengungkap bahwa proses mediasi telah dilakukan meski tidak mencapai kesepakatan.
Terkait kelanjutan proses hukum, Idrus menegaskan Mawa tetap ingin perkara ini dilanjutkan sesuai prosedur yang berlaku.
(Nyimas Ratu Intan Harleysha)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News