Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz (Foto: instagram @nicolapeltzbeckham)
Brooklyn Beckham dan Nicola Peltz (Foto: instagram @nicolapeltzbeckham)

Perjanjian Pra-Nikah Brooklyn Beckham Dinilai Tak Seimbang, Ini Alasannya

Elang Riki Yanuar • 26 Januari 2026 21:43
Jakarta: Keluarga David dan Victoria Beckham dilaporkan tengah dilanda kecemasan menyusul terungkapnya detail perjanjian pranikah antara putra sulung mereka, Brooklyn Beckham, dengan Nicola Peltz.
 
Dokumen hukum yang ditandatangani pada 2022 itu disebut memiliki klausul yang sangat melindungi kekayaan besar keluarga mempelai perempuan, yang nilainya diperkirakan mencapai 1,7 miliar dolar AS atau setara dengan Rp28,7 triliun. 
 
Kekhawatiran orang tua Brooklyn timbul karena posisi finansial putra mereka, yang kekayaannya hanya sekitar 10 juta dolar AS (Rp168 miliar), dianggap sangat rentan dalam perjanjian tersebut.

Ketegangan dalam keluarga ini kian memanas setelah Brooklyn sendiri membuat pernyataan publik yang menuding orang tuanya lebih memprioritaskan pencitraan daripada kebahagiaan anak-anaknya. Pernyataan itu memperdalam jarak antara sang anak dengan keluarganya, di tengah laporan bahwa David dan Victoria merasa Brooklyn seolah-olah "terjebak" dalam pengaruh keluarga istrinya.
 
 
Menurut laporan Daily Mail, perjanjian pranikah itu secara tegas menyatakan bahwa Brooklyn tidak akan memperoleh bagian dari kekayaan keluarga Peltz jika pernikahan mereka berakhir. 
 
"Jika mereka berpisah, Brooklyn bisa saja dikucilkan dan tidak mendapatkan banyak imbalan,” ujar seorang sumber terdekat keluarga Beckham. 
 
Hak finansial Brooklyn terbatas hanya pada separuh dari penghasilan yang dihasilkannya bersama Nicola sebagai pasangan publik.
 
Di sisi lain, kekayaan gabungan David dan Victoria Beckham sendiri diperkirakan mencapai 450 juta dolar AS atau sekitar Rp7,5 triliun, sementara Nicola Peltz memiliki aset pribadi senilai 50 juta dolar AS (Rp844 miliar) dari karier modeling dan aktingnya. Latar belakang kesenjangan finansial inilah yang menjadi dasar penyusunan perjanjian yang oleh beberapa pihak dinilai tidak seimbang.
 
Dalam pernyataannya, Brooklyn justru mengangkat isu yang berbeda dengan orang tuanya. Ia merasa bahwa narasi kehidupan keluarganya selama ini dikendalikan secara ketat untuk konsumsi publik. 
Meskipun hubungan antara Brooklyn dengan orang tuanya sedang tegang, pihak David dan Victoria disebut masih berharap dapat berdamai dengan putra sulung mereka. 
 
(Maulia Chasanah)
 

 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan