Baskara Putra (Foto: Medcom/Basuki)
Baskara Putra (Foto: Medcom/Basuki)

Baskara Putra Keluhkan Biaya Hidup Semakin Tinggi

Basuki Rachmat • 08 Juni 2026 10:00
Ringkasnya gini..
  • Baskara Putra mengaku mulai merasakan dampak pelemahan rupiah, terutama pada kenaikan harga alat musik dan kebutuhan kerja musisi.
  • Meski merasa cukup secara finansial, Hindia mengaku khawatir terhadap kondisi masyarakat yang lebih terdampak kenaikan biaya hidup.
  • Vokalis .Feast dan Lomba Sihir itu menyebut harga alat musik berbasis dolar AS, sementara biaya makan dan kebutuhan pokok ikut naik.
Jakarta: Vokalis .Feast dan Lomba Sihir, Baskara Putra alias Hindia, turut menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang belakangan menjadi perbincangan hangat di media sosial. Menurutnya, kondisi tersebut mulai berdampak langsung pada berbagai aspek kehidupan, termasuk kebutuhan para musisi dalam membeli peralatan musik.
 
Pandangan tersebut disampaikan Baskara melalui sebuah utas di akun X pribadinya. Pelantun hit "Evaluasi" itu mengaku mulai merasakan kenaikan harga berbagai barang yang selama ini menjadi kebutuhan pekerjaannya sebagai musisi.
 
Meski mengakui dirinya berada dalam posisi yang relatif beruntung secara finansial, Baskara mengatakan pelemahan nilai tukar rupiah tetap memberikan dampak terhadap pengeluarannya.

“Gue cukup pede untuk bilang bahwa gue ‘mampu’. ada privilege dari pekerjaan gue sebagai musisi yang, puji tuhan berhasil dan uangnya lebih dari cukup. akhir-akhir ini gue merasa terdampak dengan kenaikan harga barang-barang karena rupiah yang melemah,” tulis Baskara, dikutip Medcom.id pada Senin, 8 Juni 2026.
 
Sebagai salah satu musisi yang aktif tampil bersama beberapa proyek musik sekaligus, yakni Hindia, .Feast, dan Lomba Sihir, Baskara mengaku mulai memikirkan kondisi masyarakat luas apabila dirinya yang memiliki penghasilan relatif stabil saja sudah mulai merasakan dampaknya.
 
“Kalau gue aja terdampak, gue gak kebayang kalian bakal gimana. serem,” lanjutnya.
 
Dalam unggahan lainnya, Baskara menjelaskan bahwa salah satu sektor yang paling terasa terdampak adalah kebutuhan peralatan musik. Menurutnya, sebagian besar instrumen dan perlengkapan musik masih mengacu pada harga dolar Amerika Serikat.
 
“Belanjaan kebutuhan alat musik jelas terdampak. semuanya patokannya USD,” tutur Baskara.
 
Namun, Baskara menegaskan bahwa persoalan ini tidak hanya berkaitan dengan harga instrumen musik semata. Ia menilai kenaikan biaya hidup juga mulai terasa pada berbagai kebutuhan pokok dan pengeluaran sehari-hari.
 
“Cuman poinnya bukan hanya di situ, ini kerasa kok pengeluaran buat makan (total bulanan) dan hal-hal esensial lainnya meningkat dibanding kemarin-kemarin,” tutup Baskara Putra.
 
Pernyataan Baskara pun mendapat beragam respons dari warganet. Banyak yang mengaku merasakan hal serupa, terutama terkait meningkatnya biaya kebutuhan harian dan harga berbagai barang impor yang ikut terdampak oleh pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA