Ilustrasi (Foto: AFP / Behrouz Mehri)
Ilustrasi (Foto: AFP / Behrouz Mehri)

Ini Cara Penderita Kanker Mendapat Bantuan Pengobatan dari YKI

Triyanisya • 18 Juli 2014 19:16
medcom.id, Jakarta: Mahalnya biaya pengobatan kanker menjadi perhatian Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Menurut Ketua Umum YKI, Prof. Dr. Nila Moeloek, biaya pengobatan kanker lebih mahal dibanding biaya pengobatan stroke. Hal itu tidak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di dunia.
 
"Pengobatan untuk pasien kanker hanya tiga: operasi, terapi radio, dan kemoterapi," tutur Dr. Nila di Kantor Pusat YKI, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (17/07/2014).
 
Biaya menjalani tiga jenis pengobatan itu tentu tidak murah.

Hadirnya Jaminan Kesehatan Nasional dari BPJS Kesehatan memang banyak membantu penderita kanker mendapatkan pengobatan lebih murah. Sayangnya, dalam beberapa kasus ada hal yang masih mengganjal bagi penderita kanker untuk mendapatkan perawatan yang optimal.
 
"Setelah dana habis, beberapa bulan lalu saya mencoba ikut JKN dari BPJS Kesehatan. Saya mengucapkan terima kasih atas adanya BPJS, namun sayang obat yang diberikan tidak terlalu berpengaruh. Yang saya butuhkan untuk menghentikan penyebaran kanker adalah nexavar. Namun obat ini tidak masuk dalam daftar obat yang di-cover JKN," tutur Suhendra, pasien penderita kanker ginjal yang turut hadir dalam acara ini.
 
Kemudian Suhendra menemukan informasi bahwa Yayasan Kanker Indonesia bisa membantunya melanjutkan pengobatan. Setelah melengkapi persyaratan, pasien bisa mendapatkan nexavar.
 
Sebenarnya, harga satu kotaknya adalah Rp.24.450.000. Namun, menjadi Rp.19.450.000 lewat program santunan YKI bernama Patients Asistance Program (PAP).
 
Nila mengatakan, PAP merupakan program yang dijalankan YKI sejak 1998 untuk membantu pasien kanker meringankan beban finansial yang dibebankan kepada pasien dan keluarganya. Kehadiran beragam program pengobatan murah dari pemerintah seperti Gakin, Jamkesmas dan kini JKN turut menurunkan permintaan bantuan PAP dari YKI.
 
Kini, pasien kanker yang meminta bantuan YKI lewat program PAP ini adalah mereka yang pengobatannya tak ter-cover oleh JKN. Nila mengatakan, YKI berkomitmen untuk terus membantu siapapun penderita kanker, asalkan harus jujur.
 
"Kalau tidak benar-benar miskin, jangan bilang miskin, kasihan nanti yang benar-benar miskin tidak kebagian bantuan dari PAP," ujarnya.
 
Meski begitu, PAP meminta beberapa persyaratan bagi penderita kanker yang ingin mendapatkan bantuan dari PAP.
 
Syarat-syarat itu adalah:
 
1. Pasien datang dengan rujukan dokter onkologi.
 
2. Golongan tidak mampu dengan menunjukkan surat keterangan RT, RW, Kecamatan.
 
3. Mengisi formulir.
 
4. Membawa resep dokter asli
 
Setelah dilakukan berbagai verifikasi data dan pertimbangan, YKI akan melakukan seleksi untuk kemudian mengambil langkah lebih lanjut.
(asa)
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News




TERKAIT

BERITA LAINNYA