Sumber: Path
Sumber: Path

Status Emosional Paling Cepat Menyebar di Internet

Prita Daneswari • 29 Agustus 2014 10:03
medcom.id: Setiap pribadi tentu memiliki cara masing-masing untuk meluapkan berbagai emosi yang dirasakan, entah itu amarah, bahagia, atau kebingungan. Namun, dengan semakin majunya teknologi internet, kini masyarakat dunia punya cara baru untuk memberitahukan apa yang dirasakan di hati dan pikiran yakni melalui media sosial.
 
Update status dan tweet rasanya sudah menjadi sebuah rutinitas kala tebersit sebuah pemikiran dan perasaan. Namun, meski pernyataan Anda itu 'hanya' beredar di dunia maya, bukan berarti tidak memiliki efek di dalam alam realitas.
 
Di antara berbagai jenis perasaan, amarah adalah hal yang paling rentan untuk menjadi bahan 'curhat' di sosial media. Namun, berhati-hatilah, bukannya merasa lega, menumpahkan amarah di sosial media justru malah bisa merugikan Anda dalam dunia nyata. Lihat saja beberapa kasus status emosional di media sosial yang akhirnya membuat si empunya akun merugi secara sosial dan dalam realitas.

Masih ingat dengan kasus Dinda yang menumpahkan kekesalannya karena enggan memberikan bangku di KRL? Melalui akun Path-nya Dinda meluapkan segala perasaannya yang akhirnya berujung pada opini bahwa ia menganggap ibu hamil adalah sosok manja dan pemalas. Aksi spontan menulis status di Path tersebut pada ujungnya membuat Dinda menjadi bulan-bulanan publik se-Tanah Air yang mem-bully-nya lewat beragam media sosial di internet. Meski sudah meminta maaf, tidak disangkal nama Dinda sudah melekat di benak publik sebagai pribadi yang kurang bisa menghargai orang lain.
 
Kini, seakan tidak berkaca pada kasus Dinda, muncul Florence Sihombing. Dalam beberapa jam saja, mahasiswa UGM Yogyakarta dinobatkan sebagai sosok yang paling dicari seantero Kota Yogyakarta. Status Florence di akun Path menjadi penyebabnya. Dalam status-statusnya, Florence secara spontan mem-posting rasa kesalnya karena harus mengantre pertamax di sebuah SPBU di Yogyakarta.
 
Beberapa statusnya yang mencemooh Kota Yogya membuat amarah netizen 'Kota Gudeg' menyeruak. Dalam sekejap, nama dan hinaan Florence di media sosial menjadi bahan pembicaraan dan otomatis membuatnya berbalik menjadi pihak yang di-bully publik.
 
Bukan hanya di Indonesia, nyatanya meluapkan amarah di media sosial sepertinya juga menjadi habit bagi penguna internet dunia. Dalam sebuah studi terhadap 200 ribu pengguna Weibo di China pada 2013, peneliti Beihang University di China melihat amarah merupakan ekspresi terbanyak yang dituliskan publik di media sosial tersebut.
 
Status bernada marah, ditemukan, juga merupakan ekspresi yang paling banyak dan paling cepat menyebar di internet. Menurut Tech Review, hasil penelitian tersebut dengan jelas menunjukkan amarah adalah perasaan yang paling cepat berpengaruh di internet ketimbang bahagia atau sedih. Bukan hanya itu, status-status bernada marah juga secara tidak langsung menggambarkan pribadi Anda.
 
Bahkan dalam penelitian pada 2011 di The University of Pennsylvania Wharton School oleh Profesor Jonah Beger, dipastikan semua konten yang memiliki energi emosi, entah baik atau buruk, akan membuat orang sangat tertarik untuk membaginya.
 
Maka itu, jika Anda tengah emosi, ada baiknya tidak segera mengambil gadget dan menumpahkan kekesalan. Anda bisa menenangkan diri terlebih dahulu dan barulah memikirkan langkah terbaik yang bisa dilakukan.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(PRI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA