Groove Space (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
Groove Space (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Groove Space, Pertunjukan Hasil Eksplorasi Ritme Kota Jakarta

Putu Radar Bahurekso • 26 November 2015 18:29
medcom.id, Jakarta: Dalam rangkaian acara Jerman Fest 2015, akan diadakan pertunjukan Groove Space di Salihara, Jakarta Selatan. Groove Space adalah sebuah rangkaian penelitian dan pertunjukan yang dimulai sebagai sebuah proyek kolaborasi di Berlin.
 
Groove Space diproduksi eksklusif dalam rangka Jerman Fest di Indonesia dan akan ditampilkan perdana di Jakarta. Groove Space akan menampilkan pertunjukan yang berbasis tarian dan gerakan tubuh dari hasil eksplorasi terhadap ritme perkotaan khususnya ritme ruang perkotaan di Jakarta.
 
“Kita menganalisis tentang ritme dan gaya ruang-ruang perkotaan dan mengaplikasikan kedalam gerakan. Setiap kota punya ritme dan kesan yang berbeda yang bisa diaplikasikan kedalam gerakan,” ujar Sebastian Matthias, Koreografer dan peneliti tari kontemporer, di Komunitas Salihara, Jakarta pada Rabu (25/11).

Ruang perkotaan di Jakarta memberikan pengalaman yang cukup unik dibenak para penari dari Groove Space ini. Sudah beberapa lama mereka di Jakarta untuk meneliti ritme perkotaan hingga beberapa kebiasaan masyarakat.
 
“Gerakan yang kita punya banyak yang diadaptasi dari pengalaman kita selama berjalan kaki di Jakarta. Sebagai pejalan kaki di trotoar kita banyak mendapatkan pengalaman spesial,” ujar Lisanne, salah satu penari dari Groove Space.
 
Tidak hanya gerakan saja, namun rangkaian koreografi yang diberikan oleh Groove Space sepanjang pertunjukan saat mengitari gedung komunitas salihara, banyak juga beberapa atribut dan hiasan yang mencerminkan ke lokalan dari masyarakat di Indonesia khususnya di Jakarta.
 
Pada bagian pembukaan, motor beserta suara gerungannya digunakan sebagai pembuka, kemudian ada juga medium asap tebal didalam ruangan yang membuat pengunjung sulit melihat jauh, hingga menggunakan musik dangdut sebagai salah satu lagu latar.
 
“Di awal kita pakai motor karena motor adalah hal yang mencerminkan kelokalan di Jakarta. Kemudian kita menggunakan asap soalnya kemarin ada isu asap, selain itu asap disini ingin menggambarkan bagaimana keadaan Jakarta nanti ketika sudah penuh dan sesak, motor sudah bukan kendaraan kelas menangah kebawah lagi saat ini, motor kendaraan semua kalangan. Jadi asap disini digunakan sebagai medium untuk pengalaman terror bagi pengunjung atau yang sifatnya lebih surrealist,” pungkas Irwan Ahmett, salah satu koreografer Groove Space.
 
Groove Space akan tampil di Komunitas Salihara mulai 26-28 November 2015. Kegiatan ini merupakan salah satu rangkaian dari acara Jerman Fest.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA