Pameran 125.660 Spesimen Sejarah Alam (Foto:Dok. Komunitas Salihara)
Pameran 125.660 Spesimen Sejarah Alam (Foto:Dok. Komunitas Salihara)

Kritik Sosial di Pameran 125.660 Spesimen Sejarah Alam

Putu Radar Bahurekso • 16 Agustus 2015 15:52
medcom.id, Jakarta: Melalui Pameran 125.660 Spesimen Sejarah Alam, para penggagas kegiatan ini berusaha menyampaikan kritik sosial tentang keadaan alam zaman sekarang.
 
Tidak hanya untuk menyusuri jejak Alfred Russel Wallace yang terutama dikenal karena menemukan teori evolusi melalui seleksi alam, pameran ini juga mengundang para seniman menelusuri kembali, memanfaatkan ulang, dan menilai ekspedisi yang dilakukan Wallace.
 
Selain itu, melalui pameran ini juga para pengunjung diajak berpikir tentang bagaimana jika seandanya A.R Wallace melakukan ekspedisinya saat ini.

"Kita lihat keadaan alam sekarang dan kalau kita bandingkan dengan keadaan alam dulu, dalam 150 tahun sudah banyak yang berubah. Jika Wallace hidup pada masa kini dan berusaha melakukan ekspedisi, dia tidak akan mendapatkan hasil penelitian sebanyak yang didapatkan saat itu," ucap Menajer Galeri Salihara, Dian Ina, di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Sabtu (15/8/2015).
 
Alred Russel Wallace menjelajahi nusantara pada 1854 hingga 1862 sambil mendokumentasikan keanekaragaman hayati wilayah Nusantara Melayu (Indonesia, Malaysia, dan Singapura).
 
"Salah satu yang proyek ini ingin lakukan adalah mengambil cerita tentang perjalanan Wallace dan mencoba untuk membentuknya dalam seni kontemporer melalui karya-karya seniman yang ikut serta dalam pameran ini. Jadi, dengan sebuah cerita etnobiografi yang dilakukan sejak 1854 hingga 1862, membuat kita bisa melihat keadaan tahun 2015, 2025, 2090, dan seterusnya," urai kurator pameran, Anna Sophie Springer.
 
Pameran 125.660 Spesimen Sejarah Alam ini akan digelar selama satu bulan hingga 15 September 2015, di Komunitas Salihara.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA