“Kami ingin menunjukan bahwa setiap perupa itu beda dengan karyanya yang tidak saling tiru, mempunyai ciri khas dan identitasnya masing-masing,” ujar perupa keramik Indonesia, F. Widayanto.
Identitas yang muncul dalam keramik merupakan hasil obsesi, ekspresi, dan keunikan masing-masing perupa yang ingin menunjukkan ekspresi dan ceritanya.
Identitas perupa dalam membuat keramik tidak berperan serta merta dalam menunjukan ciri khas karyanya tapi identitas juga menjadi modal penting dalam menghadapi pasar global.

“Menurut saya untuk menghadapi pasar global, dalam seni dan khususnya juga keramik harus ada identitas dan karakter. Yang dicari oleh pasar global adalah karakter, dan hasil kreatif adalah karakter dan identitas. Saya rasa tidak hanya karya saja yang berkarakter, pasar pun harus memiliki karakter jangan berpihak kepada yang barang tiruan ata jiplakan,” tambahnya.
Tidak hanya menjadi identitas pribadi, karya keramik secara historis bisa menjadi karakter sebuah negara ataupun bangsa. Pada masa lampau, setiap kerajaan mengembangkan keramik sebagai salah satu cindera mata dan alat tukar dengan kerajaan lainnya, itulah yang membuat banyak keramik dinilai dari keantikannya dan sisi historisnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News