Dengan memanfaatkan teknologi informasi, perpustakaan perlu membentuk suatu pusat kekuatan informasi dan pengetahuan.
Namun, kenyataannya di Indonesia tidak semua perpustakaan mampu menghadirkan teknologi dan seluruh informasi yang ada ke perpustakaan. Pembentukan jaringan digital untuk perpustakaan digital menjadi penting untuk dapat mengakses lebih cepat dan tanpa terhalang oleh jarak.
Perpustakaan Nasional sejak Maret 2015 sudah menginisiasi untuk membangun sebuah portal jejaring perpustakaan digital bernama Indonesia One Search yang diharapkan mampu menjawab kekurangan yang masih ditemukan pada jaringan perpustakaan digital yang telah ada.
Indonesia One Search hingga kini masih gencar diperkenalkan dengan harapan mendapat respons dan masukan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya informasi dan memperluas akses terhadap lebih banyak perpustakaan.
"Saat ini, sudah bergabung 218 institusi dengan yang terhimpun 4,1 juta record," ujar Kepala Perpustakaan Nasional Sri Sularsih, di Salemba, Jakarta, Selasa (2/3/2016).
Demi mengembangkan dunia perpustakaan, maka Perpusnas juga memperkenalkan sebuah software aplikasi otomatis perpustakaan yang bernama INLIS (Integrated Library System).
INLIS dalam versi yang lebih ringan yakni INLIS Lite didistribusikan ke berbagai perpustakaan di seluruh daerah untuk menerapkan otomasi perpustakaan menuju perpustakaan digital.
Dengan dikembangkannya perpustakaan digital, maka pencarian informasi buku diharapkan bisa lebih mudah dan semakin memajukan dunia pendidikan dan berbagai bidang lain di Indonesia, sekaligus meningkatkan minat baca.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News