“Banyak yang bilang anak-anak zaman sekarang itu malas membaca. Tapi kenyataannya, banyak juga yang membaca Harry Potter cukup dua hari saja sudah selesai. Anak-anak hanya butuh bacaan yang bagus dan tidak bersifat menggurui," kata dia.
Bagi Sapardi Djoko Damono, karya sastra yang menarik adalah sastra dengan kata-kata yang sederhana. Hal itu juga tertuang dalam karya sastra ciptaannya.
“Orang selalu membayangkan sastra sebagai hal yang tinggi dan muluk. Padahal, sastra itu ada dalam kehidupan sehari-hari, dan juga ringan,” ujar pria asal Surakarta itu, saat dijumpai di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat Kamis (4/2/2016).
Sapardi menilai, sastra sebenarnya telah diaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari lewat membaca dan menulis.
“Tidak semua orang suka sastra, tidak semua orang cinta sastra. Tapi semua orang pasti membaca," tambah dia.
Sapardi Djoko Damono adalah sastrawan yang banyak menerima penghargaan. Salah satunya, pada 2012, dia mendapatkan penghargaan Akademi Jakarta berkat pencapaiannya di bidang kebudayaan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News