"Plastik itu adalah tema acara ini, bukan medium yang digunakan untuk membentuk karya mereka," ujar Nicholas, co-founder Monstore saat diwawancara di kawasan Thamrin, Jakarta, pada Jumat (4/9/15).
Melalui tema Plastik, pameran ini ingin menceritakan sebuah kondisi alamiah manusia di mana sering kali manusia lupa akan dirinya sendiri dan menjadi dibuat-buat.
"Manusia sering kali menjadi seperti plastik, dibuat-buat, palsu, dan sering menutup diri. Manusia juga dalam kesehariannya berusaha untuk menjadi sitnifikan dan menjadi berarti, untuk menuju hal ini sering kali kehilangan arah," tutut Nicholas.
"Cerita seperti inilah yang ingin kita beritahukan kepada para pengunjung melalui konsep plastik yang kita usung," tambahnya.
Pameran yang berlangsung sehari ini juga ingin agar acara yang mereka buat bisa menjadi wadah untuk seniman-seniman lokal yang ingin berkarya.
"Kita memang belum lama, ini juga acara kedua kita. Sekarang ada sekitar 25 karya yang kita pertunjukkan, semoga ke depannya bisa makin berkembang dan targetnya sih di acara selanjutnya bisa ada 100 karya yang ditampilkan," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News