Novel sejarah adalah sebuah cerita yang berlatar tokoh dan keadaan sejarah yang benar-benar ada. Karena ini merupakan novel, biasanya penulis menginterpretasikan tokoh di dalam novel menurut sudut pandangnya sendiri.
"Novel sejarah tetaplah novel, dan itu fiksi," ujar penulis sastra Linda Christanty, saat ditemui di Taman Ismail Marzuki, Jakarta Pusat, Sabtu (19/3/2016).
Dalam sebuah novel sejarah, ada fakta sejarah dan imajinasi penulis. Riset tetap perlu dilakukan agar tidak ada kesalahan penulisan kejadian sejarah, tahun, atau tempat terjadinya suatu kejadian.
"Novel sejarah menceritakan sebuah kisah sejarah. Biasanya sejarah yang dijadikan novel adalah sejarah yang memiliki kekosongan atau rahasia di dalamnya. Di situlah imajinasi si penulis bermain," tutur Linda.
"Menciptakan sesuatu yang fiksi seperti tokoh baru dalam novel sejarah tidak masalah, itu hak penulis. Tapi tetap harus hati-hati cek latar belakang dan kejadian sejarahnya jangan sampai salah, jadi masih tetap harus ada riset," jelas Linda.
Dalam novel sejarah juga biasanya penulis memiliki interpretasi tersendiri terhadap sosok atau tokoh sejarah yang disertakan dalam novel sejarah tersebut. Namun, tetap melalui hasil riset.
Beberapa contoh novel sejarah antara lain adalah TAN karya Hendri Teja, Patjar Merah Indonesia karya Matu Mona, Ken Arok dan Ken Dedes karya Pramoedya Ananta Toer.
"Sosok tersebut enggak masalah mau diinterpretasikan sebagai sosok yang tinggi atau yang membumi, yang menarik adalah warna-warni dari tokoh tersebut," kata pemenang South East Asia Writers Award tahun 2013 tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News