Srihadi Soedarsono (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
Srihadi Soedarsono (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Srihadi Soedarsono, 70 Tahun Melukis dengan Roso

Putu Radar Bahurekso • 13 Januari 2016 18:50
medcom.id, Jakarta: Maestro seni rupa Indonesia, Srihadi Soedarsono, menceritakan bagaimana roso (rasa) berperan dalam perjalanan hidupnya terutama dalam bidang seni.
 
Farida yang merupakan istri Srihadi menjelaskan bahwa roso yang dimaksud lebih dari sekadar rasa.
 
"Roso itu meliputi dimensi empati dan melalui proses kontemplasi dengan menggunakan iman yang kita percaya," jelas Farida saat ditemui di Senayan City, Jakarta, Rabu (13/1/2016).

Roso dianggap penting dimiliki oleh para seniman. Tak hanya seniman, tapi juga oleh setiap orang. Bagaimana mengasah dan mengembangkannya kemudian menggunakan roso sebagai medium melihat kebenaran.
 
"Seniman-seniman terkenal dunia itu selalu berkembang dengan intelektual kultural. Roso juga dikembangkan melalui kultur," ungkap Farida.
 
"Perlu untuk menggunakan roso dalam melihat kebenaran melalui perspektif kita," ujar Srihadi Soedarsono menimpali.
 
Dalam perjalanan berkarya Srihadi Soedarsono, roso menjadi dasar perjalanan karyanya.
 
Guna memeringati 70 tahun berkarya, Srihadi menggelar pameran tunggal Srihadi Soedarsono: 70 Tahun Rentang Kembara Roso di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, pada 11 hingga 21 Februari 2016.
 
Pada pembukaan pameran sekaligus akan diluncurkan buku Srihadi Soedarsono: 70 Years Journey of Roso.
 
"Saya berkarya karena didorong oleh roso dari dalam kalbu, sehingga ini menjadi perjalanan karya melukis saya," jelas Srihadi.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA