Foto: Warga desa Timbulharjo dalam Kirab Budaya Mapak Toyo / dok. UGM)
Foto: Warga desa Timbulharjo dalam Kirab Budaya Mapak Toyo / dok. UGM)

Peringati Hari Air, Petani Bantul Gelar Kirab Budaya Mapak Toyo

Patricia Vicka • 25 Maret 2015 21:21
medcom.id, Yogyakarta: Ribuan petani Desa Timbulharjo, Bantul, menggelar Kirab Budaya ‘Mapak Toyo’ dalam rangka memperingati Hari Air Sedunia, Rabu (25/3/2015).
 
Melakukan pawai dengan menggunakan busana tradisional Jawa dari balai Desa Timbulharjo menuju Bendungan Kemiri yang berada di seberang dusun. Mereka membawa 17 Gunungan sebagai simbol persembahan setiap dusun dari hasil panen raya yang mereka dapatkan pada tahun ini.
 
Sunardi Wiro, Ketua Gerakan Irigasi Bersih mengatakan Kirab Mapak Toyo atau menjemput air sebagai kegiatan dari gerakan irigasi bersih yang diprakarasai oleh Universitas Gadjah Mada.

"Kita ingin menyadarkan masyarakat pentingnya air kali yang bersih, karena air kali itu juga diperuntukkan untuk pertanian. Kita akan melakukan bergiliran nantinya di seluruh desa di Bantul untuk mensukseskan gerakan irigasi bersih ini,” kata Sunardi melalui keterangan pers di Yogyakarta, Rabu (25/3/2015).
 
Sementara itu Lurah Desa Timbulharjo, Iskandar, mengatakan lewat gerakan irigasi bersih ini diharapkan produksi padi di seluruh sawah desa bisa meningkat. "Ada sekitar 500-an hektar sawah yang ada di Timbulharjo. Saat ini produksi padinya mencapai 7,5 ton per hektar. Harapannya bisa naik lagi (produksinya)," ujar Iskandar.
 
Kirab Budaya Mapak Topo untuk pertama kalinya dilakukan di desa Timbulharjo dengan melibatkan sekitar 2000 orang penduduk dari 16 dusun.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(AWP)




TERKAIT

BERITA LAINNYA