Saking santernya mitos Jumat tanggal 13, sebuah serial televisi memakai judul Friday the 13th. Serial itu tayang dari tahun 1987-1990.
Pembicaraan tentang hari “sial” itu pun jadi viral di media sosial, terutama Twitter. Frasa Friday the 13th pun jadi Trending Topic. Menariknya, para netizen tak mengkhawatirkan soal kesialan yang terjadi di hari ini, tetapi menyikapinya dengan candaan dan rasa optimis.
“Jumat tanggal 13. Tetap diberkati Tuhan,” kicau akun @dominguezabram.
“Jika ada tes yang gagal esok, saya menyalahkan keadaan bahwa itu karena Friday the 13th, bukan karena saya tidak menyiapkan dengan baik,” canda akun @jr0dr1guez22.
Lepas dari tanggapan para netizen, sejauh ini belum ada kejelasan mengapa Jumat tanggal 13 diasosiasikan dengan kesialan. Dokumen pertama yang mengaitkan hari Jumat tanggal 13 dengan sesuatu yang tidak baik adalah biografi komposer Italia, Gionachio Rossini, yang meninggal pada hari Jumat tanggal 13.
Beberapa orang juga percaya bahwa mitos Jumat tanggal 13 lahir dari kisah dalam kitab suci umat Nasrani, di mana Yesus disalibkan pada hari Jumat, dan ada 13 tamu pada perjamuan terakhir yang digelar sebelum penyalibannya.
Dari segi ilmiah, tidak ada bukti empiris terkait kesialan dan Jumat tanggal 13. Hal itu terlihat dari statistik angka kecelakaan, kunjungan pasien di rumah sakit dan bencana alam.
Pada tahun ini, Jumat tanggal 13 terjadi sebanyak tiga kali, yaitu pada bulan Februari, Maret, dan November. Soal apakah mitos tersebut relevan untuk dipercaya? Sekiranya kita semua punya jawaban masing-masing.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News