Museum Nasional lahir pada 24 April 1778. Berawal dari lembaga ilmiah bernama Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen, kemudian lokasi pengarsipan koleksi lembaga itu dikenal dengan nama Museum Nasional.
Kini, berbagai koleksi yang ada pada museum yang terletak di Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, itu menjadi salah satu rujukan penting untuk mengenal Indonesia.
Pada Jumat, 24 April, usia Museum Nasional mencapai angka 237 tahun. Guna merayakan ulang tahun, Museum Nasional menggelar acara sebulan penuh. Festival dimulai dari 24 April hingga 25 Mei, dengan target 2 ribu pengunjung setiap hari.
Guna mendulang pengunjung, disiapkan berbagai acara. Mulai dari pentas seni pelajar tingkat SD-SMA, lomba gerak jalan, lomba paduan suara, lomba film pendek, loka karya permainan tradisional, hingga bazar.
Menyadari bahwa pemberdayaan guna museum akan lebih maksimal dengan sokongan dari komunitas terkait, maka tema acara pun dibuat dengan merangkul berbagai komunitas yang ada.
"Dalam rangka acara ini kita mengangkat tema 'Museum for a Sustainable Community: Museum Nasional dan Peran Komunitas,' oleh karena itu kita coba gandeng komunitas. Jadi ini lebih memberikan pengenalan kepada mereka dari tingkat SD. Kita juga kerja dengan Indonesia Heritage untuk menggandeng itu semua. Jadi kita tidak berdiri sendiri," kata Kepala Museum Nasional Intan Mardiana, saat ditemui di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (24/4/2015).
Informasi lebih lanjut tentang festival ini dapat diakses melalui www.museumnasional.or.id atau media sosial Twitter @MuseumNasional.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News