Miranti Serad Ginanjar, penulis buku Batik Kudus The Heritage (Foto:Metrotvnews.com/Dwi Ayu R)
Miranti Serad Ginanjar, penulis buku Batik Kudus The Heritage (Foto:Metrotvnews.com/Dwi Ayu R)

'Batik Kudus The Heritage,' Upaya Melestarikan Batik Kudus

Dwi Ayu Rochani • 27 Oktober 2015 10:39
medcom.id, Jakarta: Indonesia kaya warisan budaya dan kesenian. Salah satu warisan yang bernilai seni tinggi dan telah mendapat pengakuan dunia internasional adalah batik.
 
Hampir setiap daerah di Indonesia mempunyai corak batik khas. Dari sekian banyak tipe corak batik, batik Kudus memperoleh apresiasi tinggi.
 
Motif batik Kudus yang sangat detail dan desktriptif yang dikombinasikan perpaduan warna artistik, menginspirasi wanita bernama Miranti Serad Ginanjar menulis buku berjudul Batik Kudus The Heritage.

Batik Kudus sejak zaman dahulu sudah menjadi incaran para kolektor dunia yang suka akan tektur batik klasik.
 
"Ketika saya bertemu Mr. Rudolf, dia punya museum di London. Dia orang yang cukup lama mencari batik Kudus yang kian langka," kata Miranti saat dijumpai di Galeri Indonesia Kaya, Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Senin (26/10/2015).
 
Betapa berharganya batik Kudus, menurut Miranti, kolektor pernah membelinya seharga USD20 ribu. Dari situ Miranti terdorong melestarikan batik Kudus.
 
Kemudian, Miranti mendokumentasikan semua koleksi batik Kudus yang berada di British Museum, untuk dituangkan ke dalam buku Batik Kudus The Heritage.
 
Batik Kudus diperkirakan mulai populer pada 1880 hingga 1940. Batik ini mengaami perkembangan hingga era 1970an. Sayang, produksi batik mengalami penurunan karena maraknya batik cap dan printing yang harganya jauh lebih murah pada 1980-an.
 
"Kita flashback. Setelah tertidur 20 tahun lamanya, akhirnya kita coba melestarikan batik-batik Kudus ini supaya ke depannya batik-batik tulis Kudus bisa kembali seperti masa silam yang diminati banyak orang," tutur Miranti.
 
Melalui buku Batik Kudus The Herritage, Miranti berharap motif-motif klasik yang sudah ada sejak lama dapat berkembang menjadi inspirasi bagi terciptanya motif kontemporer.
 
"Melalui buku ini diharapkan dapat memberikan gambaran yang memadai kepada anak-anak muda. Apalagi, saya bekerja sama dengan perancang busana Denny Wirawan yang memperkenalkan potongan-potongan dari kain batik Kudus yang lebih segar dan muda, sehingga anak muda akan menyukainya," kata Miranti.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA