Pertunjukan Wayang Bocor (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
Pertunjukan Wayang Bocor (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Pertunjukan Wayang Bocor Angkat Tema Sosial

Putu Radar Bahurekso • 11 Oktober 2015 13:29
medcom.id, Jakarta: Pada setiap pertunjukan, Wayang Bocor menampilkan sebuah cerita berlatar isu sosial yang terjadi dalam masyarakat Indonesia.
 
Wayang Bocor merupakan sebuah kelompok seniman asal Yogyakarta. Mereka konsisten menyisipkan pesan dan kritik sosial.
 
"Wayang Bocor selalu mengambil cerita dari isu-isu yang sedang 'panas' saat ini. Dan tentunya ada kritik-kritik sosial juga," ujar pendiri Wayang Bocor Eko Nugroho, saat ditemui di Galeri Indonesia Kaya, Jakarta Pusat, Sabtu (10/10/2015).

Eko dan kelompoknya berusaha menampilkan pertunjukan baru setiap tahun. Sebab, isu sosial yang diangkat senantiasa berubah.
 
"Ide untuk ceritanya dari isu sosial yang lagi berkembang di masyarakat. Ada kritiknya juga. Kita selalu mengusahakan setiap tahun punya satu cerita baru karena isu sosial selalu berkembang," paparnya.
 
Baca juga: Perpaduan Beragam Seni dalam Wayang Bocor
 
Pada pementasan yang dilangsungkan Sabtu, 10 Oktober, di Galeri Indonesia Kaya, Wayang Bocor mempersembahkan sebuah pertunjukan yang disebut "Dimisscall Leluhur," sebuah cerita yang mengangkat isu media sosil, kabut asap, dan isu keluarga.
 
"Pada pertunjukan kali ini kita angkat isu kasus penculikan anak yang dipicu media sosial. Facebook memang bisa membuka pikiran dan wawasan kita, tapi kalau digunakan enggak benar, akan berbahaya," tutur Eko.
 
Ada juga tema kabut asap dan anak yang menuntut ibu kandungnya senilai Rp1 miliar.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA