Christine Otten (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)
Christine Otten (Foto:Metrotvnews.com/Putu Radar B)

Imajinasi, Kekuatan Christine Otten dalam Menulis Novel

Putu Radar Bahurekso • 25 Oktober 2015 17:43
medcom.id, Jakarta: Christine Otten, penulis asal Belanda tampil dalam pertunjukan malam sastra di Komunitas Salihara dalam rangkaian acara Sastra dan Rasa, bertajuk Perjalanan Menuju Fantasi.
 
Pada acara tersebut, Christine membacakan cerita dari salah satu bagian buku yang dia buat. Christine membacakan sebuah kisah cinta tentang pengungsi asal Tunisia dengan seorang wanita Belanda.
 
"Nizar adalah imigran gelap yang jatuh cinta terhadap seorang wanita Belanda. Mereka kemudian pergi ke Tunisia, namun di sana terjadi gejolak politik dan Nizar meminta istrinya untuk pergi terlebih dahulu ke Belanda. Dia berjanji akan menyusul, namun menemukan berbagai kendala," tutur Christine saat ditemui di Komunitas Salihara, Jakarta Selatan, Sabtu (24/10/2015).

Ketertarikan Chrstine terhadap sebuah peristiwa, cerita, dan individu membuatnya memiliki inspirasi untuk menulis novel. Tema penulisannya sering mengupas isu sosial yang terjadi di masyarakat.
 
"Saya suka menggunakan isu sosial sebagai inspirasi menulis. Tapi saya bukan sengaja mencari isu sosial untuk bahan saya menulis. Saya hanya tertarik dengan cerita apapun tentang orang-orang, tapi hal tersebut kemudian selalu menjadi sosial," jelas Christine.
 
"Saya tertarik dengan apa yang terjadi di dunia dan apa yang terjadi, serta dampaknya pada level personal," lanjutnya.
 
Kemampuan menggunakan imajinasi sangat penting untuk menjadi seorang penulis. Begitu pun bagi Chrsitine. Meski dalam cerita, dia selalu mengambil tokoh dan kisah nyata, daya imajinasi tetap berperan penting dalam proses bercerita.
 
"Karena saya adalah penulis novel, saya harus bisa berfantasi dan berimajinasi. Saya menggunakan nama orang yang sebenarnya, kejadian yang sebenarnya, tapi itu tetap fiksi karena saya mencoba menjadi karakter cerita yang saya tulis. Saya membayangkan bagaimana dia (tokoh dalam novel) dan apa yang dia rasakan. Itulah kekuatan imajinasi yang saya gunakan dalam novel saya," paparnya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA