Banyak perupa yang karyanya berkembang karena keadaan di sekitar. Dengan gaya masing-masing, para perupa menghasilkan karya yang menjadikan lukisannya sebagai sebuah simbol dari keadaan yang terjadi di sekitarnya.
"Seni adalah mengenai kepekaan yang dimiliki oleh perupa dalam menangkap sesuatu hal yang terjadi di sekitarnya dan dibahasakan ke dalam karya," ujar Narsen Afatara, kurator Museum Week Pameran 7 Rupa Perupa, di kawasan Kota Tua, Jakarta, Selasa (1/12/2015).
Kepekaan terhadap lingkungan sekitar, dicontohkan Narsen seperti halnya melihat keadaan sungai yang tercemar sampah.
"Sederhananya, kepekaan dan memunculkan simbol itu. Misalnya, ada orang mau melukis, terus berpikir kalau gambar rumah terus di depannya itu sungai, bagus. Kemudian, dia menambahkan gambar sampah-sampah di sungai yang digambar. Hal itu merupakan kepekaan menangkap keadaan di sekitar dia," papar Narsen.
Setiap karya seni selalu memiliki latar belakang cerita dalam pembuatannya. Tidak hanya ada simbol di sana, tapi juga terdapat usaha dari para perupa untuk menginvestasikan karya seni dan budaya yang akan diwariskan untuk generasi mendatang.
Ironisnya, keberadaan seni di Indonesia masih kurang mendapat apresiasi.
"Karya seni juga bisa menjadi pengingat bagi kita bahwa apresiasi seni di Indonesia masih rendah," ucap Narsen.
Bagi Anda yang ingin mendekatkan diri dengan seni lukis, silakan berkunjung ke Museum Seni Rupa dan Keramik, Jakarta. Di sana sedang digelar Museum Week.
Pada ajang ini tidak hanya menampilkan pameran lukisan saja. Ada juga kegiatan edukasi dan apresiasi seni seperti workshop dan hiburan gelar seni budaya.
Museum Week akan berlangsung selama 10 hari, mulai 1 hingga 10 Desember 2015.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News