Diway saat peluncuran buku Ketika Ibu Melupakanku (Foto:Metrotvnews.com/Nia Deviyana)
Diway saat peluncuran buku Ketika Ibu Melupakanku (Foto:Metrotvnews.com/Nia Deviyana)

Buku "Ketika Ibu Melupakanku," Ajakan Peduli Alzheimer

Nia Deviyana • 22 Desember 2014 23:13
medcom.id, Jakarta: Ibu merupakan sosok yang luar biasa. Mereka mengandung, membesarkan, dan dengan setia mendampingi hingga anak-anaknya meraih sukses.
 
Namun, apa jadinya jika ibu yang dulunya mengajari banyak hal, tiba-tiba kesulitan untuk sekadar mengingat nama anaknya? Hal itulah yang dirasakan DY Suharya. Pedih dan terpukul, menjadi kalimat yang tepat untuk merepresentasikan perasaannya.
 
Bertepatan dengan peringatan Hari Ibu, sebuah buku berjudul "Ketika Ibu Melupakanku" diluncurkan oleh perempuan yang akrab disapa Diway itu. Diway tak sendiri menulis buku tersebut. Ia menggandeng sahabatnya, Dian Purnomo, untuk menerjemahkan bahasanya yang kala itu lebih fasih berbahasa Inggris.

Dalam buku setebal 183 halaman, Diway bercerita tentang pengalamannya memiliki ibu penderita Alzheimer, penyakit yang membuat sang bunda sulit mengingatnya.  Sebelum mengetahui ibunya menderita Alzheimer, Diway merasa ibunya memiliki sifat yang aneh.
 
"Selain pelupa, mama juga punya sikap yang aneh. Beliau sering meributkan hal-hal sepele, sering minder, dan lain-lain. Waktu itu, saya merasa apa yang ditunjukkan mama adalah hal yang berhubungan dengan karakternya yang sulit dipahami," aku Diway, di sela peluncuran buku di Kinokuniya, Plaza Senayan, Jakarta, Senin (22/12/2014).
 
Kemudian, Diway memilih "melarikan diri." Dia bekerja dan kuliah di luar negeri. Dia belum menyadari bahwa keanehan yang ditunjukkan ibunya selama 10-15 tahun belakangan merupakan gejala Alzheimer.
 
Sampai akhirnya, ibunda Diway divonis Alzheimer oleh dokter pada 2009. Keterlamabatan pemeriksaan, menjadi hal yang paling disesalkan perempuan yang pernah menimba ilmu di Curtin University, Perth, jurusan Hubungan Masyarakat ini.
 
"Ketika tahu mama dideteksi Alzheimer, saya sangat terpukul. Tetapi saya juga jadi mulai peduli sama mama. Hikmah yang saya rasakan adalah Alzheimer membuat hubungan keluarga kami menjadi lebih baik karena kami kompak merawat ibu," ungkapnya.
 
Buku "Ketika Ibu Melupakanku" ingin mengajak masyarakat untuk tidak menyepelekan kepikunan, dan menyemangati mereka yang tengah mendampingi orangtua yang terkena Alzheimer.
 
Alzheimer membuat penderitanya tak lagi bisa mengingat orang-orang di sekitar, termasuk suami/istri dan anak-anak. Hal ini yang seringkali membuat keluarga terpukul. Buku ini menyiapkan mental  jika salah satu anggota keluarga menderita Alzheimer.
 
Selain itu, buku ini juga dilengkapi berbagai informasi teknis dan rujukan perawatan bagi para penderita Alzheimer.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)




TERKAIT

BERITA LAINNYA