Kera Sakti dari Jepang (Foto: Metrotvnews.com/Putu)
Kera Sakti dari Jepang (Foto: Metrotvnews.com/Putu)

Kera Sakti dari Jepang

Putu Radar Bahurekso • 12 Maret 2016 12:05
medcom.id, Jakarta: Kera Sakti merupakan kisah yang diangkat dari cerita rakyat Tiongkok dengan judul yang dalam bahasa Inggris, A Journey To The West (Perjalanan Ke Barat) yang merupakan karya Wu Cheng’en.
 
Kera Sakti karya baru dari kelompok teater asal Jepang, Ryuzanji Company pertama kali dipentaskan pada tahun 2015 di Jepang. Untuk di luar Jepang, teater ini pertama kali dipentaskan di Salihara, Jakarta, Jumat, 11 Maret 2016.
 
Dalam versi teaternya ini, kelompok Ryuzanji Company membuat cerita menjadi lebih filosofis. Tanpa meninggalkan sisi menghibur.

Tidak terlalu jauh berbeda dengan aslinya, Goku adalah seekor kera yang terlahir dari batu. Karena memakan buah keabadian, dia memiliki hidup yang abadi.
 
Suatu saat, Goku mengacak-ngacak khayangan dan kemudian dikutuk oleh para penghuni khayangan terkurung dalam sebongkah batu besar selama 500 tahun.
 
500 tahun kemudian datanglah seorang biksu yang kemudian menyelamatkannya. Namun, dalam penampilan ini nama sang biksu berubah menjadi tuyul, hanya untuk sekadar menghibur. Mereka kemudian melakukan perjalanan ke barat bersama dua orang lainnya yakni Hakkai dan Sagojo.
 
Cerita ini cukup familiar karena serial Kera Sakti pernah tayang di televisi swasta di Indonesia dalam kurun waktu yang lama.
 
Namun, dalam teater kali ini, ceritanya lebih sedikit filosofis. Tidak ada tujuan yang jelas yang dimaksud dengan 'barat.'
 
Show Ryuzanji, produser pertunjukan Kera Sakti, menjelaskan, "Naskah ini mengajak para penonton berpikir tentang perjalanan hidup manusia. Manusia tidak pernah tahun ke mana arah tujuannya."
 
Pertunjukan ini ditampilkan dalam bahasa Jepang, namun ada beberapa kata yang diucapkan dalam bahasa Indonesia yang membuat cerita ini lebih lucu. Meskipun dalam bahasa Jepang, namun ada juga subtitle bahasa Indonesia yang ditayangkan di layar.
 
"Meskipun ini cerita dari China, namun sangat terkenal juga di Jepang dan bisa dimasukan budaya Jepang. Selain itu, cerita ini juga terkenal di negara yang akan kita kunjungi yakni Indonesia dan Thailand," pungkas Show Ryuzanji, di Salihara.
 
 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan