Pameran keramik identitas. (Foto:Putu Radar B.)
Pameran keramik identitas. (Foto:Putu Radar B.)

Seni Keramik Semakin Dilupakan

Putu Radar Bahurekso • 17 Oktober 2015 17:33
medcom.id, Jakarta: Sejak awal mula berdirinya pendidikan seni keramik di ITB pada 1964, tidak banyak perupa keramik yang bermunculan dibandingkan cabang seni rupa lainnya. Minat terhadap pendidikan seni keramik ini pun selalu mengalami naik turun setiap tahunnya.
 
Bisa dikatakan juga, bidang seni keramik merupakan bidang seni rupa yang paling sedikit diminati ketimbang bidang seni lainnya.
 
“Minat terhadap seni keramik jelas menurun, itu bisa terlihat dari jumlah mahasiswa penekunnya,” ujar perupa keramik F. Widayanto saat jumpa pers pembukaan Pameran Keramik di Museum Seni Rupa dan Keramik, Kota Tua, Jakarta, Jumat 16 Oktober malam.

“Apresiasi terhadap seni keramik juga kurang karena banyak dianggap mudah oleh orang-orang. Kalau dilihat kan cuma muter tanah liat doang tapi pas dicoba ternyata susah,” timpal Geoffrey Tjakra yang merupakan seorang Perupa Keramik sekaligus pengajar keramik.
 
F. Widayanto juga menjelaskan bahwa baginya dunia keramik juga membutuhkan pengenalan sebuah perjalanan secara menyeluruh, dedikasi total, dan penyerahan diri yang mutlak, ibarat para pendekar Kung-Fu yang terlahir dari perenungan diri yang dalam disertai kepiawaian melatih raga.
 
“Membuat keramik adalah sebuah proses evolusi bukan revolusi. Ini adalah sebuah proses yang panjang bukan proses yang singkat jadi harus tekun mengerjakannya,” ucap F. Widayanto.
 
Selain itu, pendidikan dan pekerjaan perupa keramik dianggap masih belum bisa menghasilkan pendapatan yang cukup dengan masa depan yang belum tentu jelas.
 
“Kalau dibanding dulu ya jelas minat terhadap keramik juga semakin berkurang. Terus pekerjaan menjadi perupa keramik juga tidak menentu pendapatannya. Lulus dari lulusan seni keramik pun ya kalau enggak jadi perupa keramik, ya jadi pengajar seni seperti saya,” ujar Geoffrey Tjakra.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(LOV)




TERKAIT

BERITA LAINNYA