"Pameran ini merupakan langkah besar bagi seniman agar terhindar dari titik nadir sebagai kreator. Dengan kata lain, Komunitas Doea Pintu tengah berupaya menemukan dan menciptakan 'Ruang Baru,' dalam artian kebaruan pandangan maupun kreativitas," ujar kurator Kuss Indarto yang ditemui di Galeri Nasional Indonesia, Jakarta, Kamis (20/11/2014) malam.
Karya dalam pameran ini merupakan hasil olah cipta dari 23 perupa asal Yogyakarta, Jakarta, dan Bali. Salah satunya, Galuh Taji Malela dengan lukisan yang berjudul "Menunggu." Dalam lukisan ini, Galuh mentransformasi gambar hasil jepretan kamera ke dalam kanvas. Meski menggunakan cat air, karya Galuh bak memiliki roh yang kuat.

Lukisan "Menunggu" karya Galuh Taji Malela
Selain Galuh, ada juga karya dari Irpan Saripudin yang berjudul "Citra Dusta." Melalui karyanya, Irpan ingin bercerita mengenai kemunafikan atau kepalsuan manusia zaman sekarang yang menurutnya, lebih mementingkan tampilan (kulit) daripada isi. Karya seni Irpan menggunakan kotak es krim yang sudah tak terpakai, dimodifikasi sedemikian rupa menjadi bentuk yang cantik.

"Citra Dusta" karya Irpan Saripudin
Masih banyak karya lain yang tak kalah unik ditampilkan dalam pameran ini.
Jika penasaran, Anda bisa langsung mengunjungi Gedung C Galeri Nasional Indonesia, Jalan Medan Merdeka Timur No.14, Gambir, Jakarta Pusat, mulai 21 hingga 30 November 2014.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News