Konser Andrea Bocelli di Jakarta (Foto: Medcom/Basuki)
Konser Andrea Bocelli di Jakarta (Foto: Medcom/Basuki)

Andrea Bocelli Hadirkan Kemegahan Opera dan Budaya Nusantara di Konser Jakarta

Basuki Rachmat • 04 November 2026 08:53
Ringkasnya gini..
  • Maestro tenor Andrea Bocelli sukses menggelar konser "Romanza 30th Anniversary World Tour" di JIExpo New Hall Kemayoran, Jakarta.
  • Pertunjukan berskala internasional ini memadukan musik klasik dunia dengan seni budaya Nusantara, termasuk iringan orkestra dan tarian tradisional.
  • Momen istimewa konser ditandai oleh duet emosional Andrea Bocelli bersama penyanyi soprano Indonesia, Lea Simanjuntak, membawakan lagu "The Prayer".
Jakarta: Maestro tenor asal Italia, Andrea Bocelli, sukses menghadirkan pertunjukan megah dan penuh nuansa magis dalam konser bertajuk Romanza 30th Anniversary World Tour di JIExpo New Hall Kemayoran, Jakarta, Selasa malam, 4 November 2026.

Konser berskala internasional ini menyuguhkan perpaduan musik opera dengan kekayaan budaya Nusantara. Dikemas melalui tata panggung dan musikalitas berkelas dunia, pertunjukan tersebut menghadirkan pengalaman istimewa bagi ribuan penonton yang memadati venue.

Konser dimulai tepat pukul 20.00 WIB dengan lantunan lagu kebangsaan "Indonesia Raya" dan "Bagimu Negeri". Kedua lagu tersebut dibawakan dengan iringan Jakarta Concert Orchestra dan Batavia Madrigal Singers di bawah arahan konduktor Avip Priatna.

Suasana kemudian berlanjut dengan penampilan pemain biola keturunan Indonesia-Jerman, Iskandar Widjaja. Dengan format kolaborasi yang sama, Iskandar membawakan "Sluku Sluku Bathok" yang diiringi pertunjukan Tari Topeng.

Momen yang paling dinantikan akhirnya tiba ketika Andrea Bocelli naik ke atas panggung. Sang maestro membuka penampilannya dengan membawakan dua komposisi opera karya Giuseppe Verdi, yakni "Di quella pira" dan "La donna è mobile". Penampilan tersebut turut diiringi orkestra di bawah arahan konduktor Carlo Bernini.
 

Penampil Spesial dari Berbagai Negara


Dalam rangkaian Romanza 30th Anniversary World Tour di Jakarta, Bocelli turut menghadirkan sejumlah penyanyi dan musisi internasional sebagai kolaborator. Salah satunya adalah penyanyi soprano asal Italia, Mariam Battistelli, yang tampil berduet dengannya membawakan sejumlah komposisi opera, seperti "Meine Lippen, die küssen so heiß", "Lippen schweigen", dan "Libiamo ne' lieti calici" karya Giuseppe Verdi.

Saat Bocelli turun panggung untuk jeda, penonton disuguhi penampilan pemain biola asal Moldova, Rusanda Panfili. Musisi yang dikenal pernah berkolaborasi dengan komposer Hans Zimmer tersebut berhasil mencuri perhatian lewat permainan biolanya.

Panfili membawakan komposisi "Csárdás" serta "Pirates of the Caribbean Suite: Part 2" yang merupakan bagian dari musik film Pirates of the Caribbean karya Hans Zimmer. Ia juga kembali tampil bersama Bocelli untuk mengiringi lagu "Caruso".
 
andrea bocelli dan kolaborator
Andrea Bocelli bersama kolaborator Mariam Battistelli dan Juan Carlos Heredia


Tak hanya itu, Bocelli turut mengajak penyanyi bariton Juan Carlos Heredia ke atas panggung. Heredia membawakan "Toreador Song" dan berduet dengan Bocelli dalam komposisi "Au fond du temple saint".

Penampilan tak kalah memukau datang dari penyanyi soprano asal Australia, Amy Manford. Ia membawakan lagu "My Heart Will Go On" yang dipopulerkan Celine Dion dengan karakter vokal soprano yang kuat.

Manford kemudian kembali ke panggung untuk berduet dengan Bocelli membawakan "Vivo per lei" dan "Canto della terra".
   

Tarian Nusantara hingga Balet Internasional


Kemegahan konser ini tidak hanya bertumpu pada kekuatan vokal para penyanyi dan iringan orkestra. Pertunjukan juga menghadirkan beragam tarian yang mempertemukan kekayaan budaya Indonesia dengan seni pertunjukan internasional.

Pagelaran Sabang Merauke menjadi salah satu bagian yang memperkuat nuansa Nusantara. Mereka menyuguhkan rangkaian tarian dari berbagai daerah, mulai dari Tari Topeng, Tari Pendet, Tari Saman, hingga tarian dari Papua.

Ragam tarian tersebut turut mengiringi penampilan Avip Priatna saat memimpin lagu "Nusantara".

Sementara itu, nuansa berbeda hadir ketika Juan Carlos Heredia membawakan "O Fortuna". Penampilannya diiringi tarian balet yang dibawakan pasangan penari Britanny O'Connor dan Paul Barris, sehingga menghadirkan atmosfer dramatis di atas panggung.

Sentuhan balet juga terlihat dalam penampilan "Lippen schweigen" yang dibawakan dengan iringan Angelica Gismondo dan Francesco Costa.
 

Duet Andrea Bocelli dan Lea Simanjuntak

andrea bocelli, lea simanjutak
Andrea Bocelli bersama penyanyi Indonesia, Lea Simanjuntak


Salah satu momen yang mendapat sambutan meriah dari penonton terjadi ketika Andrea Bocelli mengundang penyanyi soprano kebanggaan Indonesia, Lea Simanjuntak, untuk berduet membawakan "The Prayer".

Lagu yang dikenal membawa pesan perdamaian tersebut menjadi salah satu momen istimewa dalam konser, terutama karena menyuarakan harapan bagi anak-anak dan masyarakat yang hidup di tengah konflik serta ancaman perang.

Kolaborasi Bocelli dan Lea pun disambut tepuk tangan serta sorakan meriah dari penonton yang hadir.

Meski tidak banyak berinteraksi dengan penonton, Bocelli tetap mampu menjaga atmosfer konser hingga penghujung pertunjukan. Sang maestro menutup penampilannya dengan membawakan lagu "Canto della terra" dan "Con te partirò".

Konser Romanza 30th Anniversary World Tour di Jakarta pun menjadi perayaan perjalanan musikal Andrea Bocelli selama tiga dekade, sekaligus menghadirkan pertemuan istimewa antara musik klasik dunia dan kekayaan seni budaya Indonesia.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ELG)




TERKAIT

BERITA LAINNYA