Sebelumnya, rencana konser Bocelli di Indonesia mendapat sorotan, termasuk dari Majelis Ulama Indonesia (MUI). Penolakan tersebut berkaitan dengan dugaan keterlibatan Bocelli dalam kegiatan penggalangan dana untuk militer Israel serta penampilannya di Tel Aviv pada 2022.
MUI menilai persoalan tersebut perlu menjadi pertimbangan pemerintah, terutama dalam kaitannya dengan sikap Indonesia terhadap konflik Palestina.
Menanggapi polemik yang berkembang, Shoemaker Live selaku promotor menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan selama proses persiapan konser. Promotor menyatakan dukungan tersebut membantu penyelenggaraan konser Maestro Bocelli tetap berjalan sesuai rencana.
“Kami menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Republik Indonesia atas dukungan dan arahan yang diberikan selama proses ini, sehingga konser Maestro Bocelli dapat diselenggarakan dengan aman,” ujar Founder Shoemaker Live, Prajna Murdaya, dalam keterangan resmi yang diterima Medcom.id, Rabu, 28 Oktober 2026.
Prajna mengatakan pihaknya memahami bahwa polemik tersebut berkaitan dengan kepedulian masyarakat terhadap situasi kemanusiaan di wilayah konflik. Ia menegaskan, promotor terbuka terhadap berbagai pandangan yang disampaikan publik.
“Kami memahami bahwa bagi banyak orang, konser ini memiliki makna yang lebih dalam dari sekadar pertunjukan musik. Ada kepedulian mendalam terhadap mereka yang harus menghadapi konflik dan kehilangan. Kami mendengarkan setiap pandangan tersebut dengan hati terbuka,” lanjutnya.
Menurut Prajna, Bocelli ingin menjadikan pertunjukan tersebut sebagai ruang untuk menyampaikan pesan perdamaian dan kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak konflik.
“Maestro Bocelli senantiasa menjunjung nilai-nilai kemanusiaan dan ingin menyampaikan harapan akan perdamaian, terutama bagi mereka yang hingga hari ini belum dapat merasakannya,” tutup Prajna.
Shoemaker Live Galang Dana untuk Anak-Anak Palestina
Selain rangkaian konser, Shoemaker Live juga mengadakan penggalangan dana untuk mendukung program kemanusiaan di berbagai belahan dunia. Salah satu inisiatif yang disampaikan promotor adalah donasi 100.000 pasang sepatu bagi anak-anak di Palestina dan negara-negara lain yang terdampak perang.
Inisiatif tersebut diharapkan dapat menjadi bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menghadapi dampak konflik, tanpa memandang latar belakang maupun keyakinan. Informasi lebih lanjut mengenai program penggalangan dana ini dapat diakses melalui situs resmi Shoemaker Live di www.shoemaker.live.
Pesan kemanusiaan tersebut akan menjadi bagian dari rangkaian Andrea Bocelli Romanza 30th Anniversary World Tour Indonesia. Promotor menyebut program musik untuk pertunjukan di Borobudur dan Jakarta dirancang untuk mengangkat tema perdamaian dan persatuan.
Dalam pertunjukan tersebut, Bocelli juga akan mendedikasikan salah satu lagu untuk kemanusiaan dan perdamaian dunia, dengan perhatian khusus kepada anak-anak serta masyarakat yang hidup di tengah perang dan penderitaan.
Baca Juga :