The Overtunes dalam video musik Takkan Kemana (Foto: YouTube/The Overtunes)
The Overtunes dalam video musik Takkan Kemana (Foto: YouTube/The Overtunes)

Menjaga Nyawa The Overtunes

Hiburan the overtunes band
Cecylia Rura • 28 April 2019 18:18
Jakarta: Seperti tanpa cela, The Overtunes memiliki paket lengkap sebagai superstar. Mada Emmanuelle, Reuben Nathaniel, dan Mikha Angelo dalam setiap aksi panggung kompak mengangkat gear masing-masing memberi nyawa untuk penampilan mereka.
 
Empat tahun lalu album Selamanya dilepas sebagai penanda tiga bersaudara pada masa remajanya merangkum karya dan bermusik.
 
The Overtunes tidak menampik mereka tumbuh bersama kumpulan dongeng Mouse House. Dongeng itu rupanya memikat mereka tentang teori cinta. Namun mereka juga skeptis ketika dihadapkan pada cerita satu cinta hanya untuk seorang selama-lamanya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Satu sisi kita terpikat, tapi juga mempertanyakan. Masa sih cinta beneran kayak gitu? Waktu bikin Selamanya (album), kita masih remaja. Terpikat juga sama pesan-pesan Disney, akan menemukan satu orang yang sangat aku cintai, menjadi ratu dalam hidupku," kata Reuben.
 
"Sampai sekarang masih mempelajari realita itu. Kompleks. Kadang-kadang susah di-capture dalam satu lagu ataupun 12 lagu," sambung Reuben.
 
Musik The Overtunes terkesan fun, serta tempo pelan akustik membawa pengharapan tentang cinta. Terlepas dari kungkungan cinta terhadap pasangan, mereka berharap ada pesan lain yang diserap sebagai bentuk cinta terhadap keluarga.

Rencana menabrak skema pop-akustik

Menjaga Nyawa The Overtunes
The Overtunes dalam video musik I Still Love You (Foto: YouTube/The Overtunes)

 
Mada Emmanuelle sempat berkata dentuman keras musik Muse dan Paramore adalah semangatnya dalam berkarya. Sementara permainan bas Mada untuk The Overtunes terdengar lebih kalem, tidak menampakkan jiwa pemberontakan.
 
Porsi menuangkan alter ego Mada memang telah terwujud dalam singel Thief di album Memory Lane yang belum lama ini dirilis. Namun ternyata, The Overtunes dulu pernah sekadar iseng memainkan musik-musik rock meladeni hasrat Mada.
 
"Track kita dulu enggak pernah rilis, bergaya Muse atau Paramore, walaupun kita main pas latihan. Pas bercandaan," terang Reuben.
 
Dalam wawancara yang cukup didominasi Reuben, Mada pun angkat bicara tentang eksloprasi musik rock dalam The Overtunes.
 
"Pingin, sih. Eksplor genre yang enggak pernah kita rambah," imbuh Mada.
 
Mikha Angelo pun mengamini ujaran Mada. Dia sempat berpikir untuk membawa The Overtunes keluar dari skema musik akustik yang terlalu detail. Eksplorasi itu lambat laun disadari tidak cocok untuk The Overtunes. Mereka tetap nyaman dengan gaya bermusik akustik.
 
"Kadang-kadang pingin juga ngerasain rock yang gila-gilaan. Lebih kencang. Cuma memang dari dulu sadar diri kita enggak cocok bernyanyi rock," terang Mikha.
 
Jika Mada dengan konsumsi musik-musik rock, Mikha pun mengutarakan kesukaannya pada musik dangdut. Biduanita Nella Kharisma menjadi satu nama di benak Mikha ketika berbicara tentang musik dangdut yang dia dengarkan.
 
Mikha Angelo punya interpretasi lain ketika mendengarkan musik dangdut. Melepas stigma tentang musik dangdut yang dianggap selera rakyat, Mikha punya kenikmatan sendiri mendengarkan musik khas melayu tersebut.
 
"Pop, akustik, rock aku pun dengerin. Dangdut yang aku kerasa paling ekstrem dan aku enggak pingin mendengar lagu dangdut se-enggak enak itu," terang Mikha.
 
"Dengerin dangdut, sama kayak dengerin lagu EDM. Pinginnya merasa kayak bisa melihat ini ada industri, musisi-musisi hebat. Kayaknya ada stereotip gitu enggak, sih?! Dengerin dangdut kayak enggak keren, nih," tambahnya.
 
Giliran Reuben mengutarakan alter egonya, dia tampak lebih suka mendengar lagu-lagu klasik dan bertempo lamban.
 
"Musik klasik zaman dulu. Malah suka yang minimalis, terus suka perhatikan lagu bule. Kadang-kadang dengar Banda Neira, bagus juga. Indonesia banyak yang bagus," kata Reuben.

Menjaga Nyawa The Overtunes di Masa Quarter Life Crisis


Menjaga Nyawa The Overtunes
Mikha Angelo "The Overtunes" (Foto: YouTube/The Overtunes)
 
Mada, Reuben, dan Mikha tengah menginjak usia 20 tahun, masa yang dipopulerkan sebagai tahap quarter life crisis. Usia mereka yang hanya terpaut 2-3 tahun sempat berpikiran untuk keluar dari jalur musik.
 
"Reuben sempat bilang, kayaknya enggak cocok di dunia entertainment musisi. Itu sudah kita pikirin banget. Lumayan dalem ngobrolinnya sampai kalaupun Reuben mau keluar, kita lanjut apa enggak," terang Mikha.
 
Keputusan itu sempat berada di gerbang pintu perbatasan, hingga sang mama memotivasi mereka untuk memiliki visi dan ambisi sejauh mana The Overtunes ingin berjalan. Angan mereka bukan lagi konser tunggal besar atau tur dunia.
 
"Buat banyak band lain itu (visi) dibutuhkan buat make sure semua dijalani. Cuma, kalau seperti kita susah, karena kalau ngomong soal terkenal, pingin terkenal atau pingin punya konser besar, enggak tahu. Enggak terlalu bernilai dalam jangka panjang," kata Mikha.
 
"Enggak menarik-menarik amat juga," timpal Reuben.
 
Pengalaman itu mereka dapat ketika mendengar cerita dari senior yang telah melakukan tur keliling dunia. Tidak ada kata cukup untuk terkenal dan kepuasan materiil. Hal itu membuat The Overtunes tidak lagi berambisi merayakan kehidupan ala musisi lewat konser besar.
 
Sebaliknya, The Overtunes berambisi membuat lagu yang dapat menggugah pendengar.
 
"Sekarang, buat aku yang paling ambisius adalah ingin bikin lagu yang bisa mengubah hidup orang sesignifikan itu. Itu lebih mulia. Lebih bernilai bisa mengubah hidup orang dibanding hidup kita sendiri," lanjut Mikha.
 
Penat dalam bermusik sudah pasti dirasakan dalam proses. Namun, The Overtunes kini justru gelisah melihat semua pihak berlomba mencuri perhatian lewat gebrakan baru dan sensasi. Mereka mengaku jengah dengan hal-hal seperti itu.
 
Momen itu menjadi fase paling mengganggu usai berkontemplasi di studio jelang perilisan karya. Energi mereka luntur saat harus melakukan promo, yaitu bertemu dengan orang-orang baru.
 
"Musiknya terkadang bukan yang bikin jenuh, malah yang menyelamatkan. Ketika kita balik ke studio, harus bikin lagu, energinya naik. Ketika harus promo dan bertemu orang-orang, baiknya pun kayak terkadang dibikin-bikin banget, rasanya kok seperti itu ya, itu krisisnya," jelas Mikha.

Bertahan di Zona Nyaman: Berkarya Natural



 
Perkembangan musik kian masif, pendengar terbagi menjadi penikmat musik segmented dan penikmat musik yang menginginkan invoasi. Mada Emmanuelle tidak menampik sempat terselip ingin menampilkan hal baru. GAC, rekan satu label The Overtunes, pernah menjadi barometer mereka mengukur kesuksesan.
 
"Mulai dari menulis lagu dan hal lain. Gua dari dulu berpikir kayak GAC bisa menjadi panutan gua banget. Transform menjadi sesuatu yang tiba-tiba, grande banget," terang Mada.
 
Niat untuk mengejar GAC pun tidak berlanjut. Mereka merasa cukup dengan porsi yang ada. Inilah The Overtunes dengan kapasitas mereka dan penggemar setia.
 
"Gua mencoba itu, mencari kuncinya bagaimana caranya. Dari label pun bilang, kalian naikin dong game kalian di social media. Gua mencoba itu enggak berpengaruh, dan enggak mengerti juga," kata Mada.
 
"The Overtunes memang seperti ini. Kita natural aja berjalan. Kita enggak mau memaksakan diri," tambah Mada.
 
"Itu yang bikin kita tenang. Yaudah, mainin yang itu lagi dan lagi. Memainkan bagianku sebaik mungkin. Kita mau menyanyi sebagus Monita kapanpun enggak bisa," timpal Reuben.
 
Setelah melalui fase kompetitif tinggi hingga merasa cukup, The Overtunes belum ada rencana baru untuk ke depan. Jikalau nantinya terbersit melepas proyek solo, toh mereka tetap bersaudara dan tidak ada perpecahan.
 
"Pingin bikin proyek-proyekan (solo), sih. Tapi kalau bikin proyekan gitu enggak pingin aku yang nyanyi. Kayaknya jadi music director aja," kata Mikha.
 

(FIR)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

MAGHRIB 17:47
DOWNLOAD JADWAL

Untuk Jakarta dan sekitarnya

  • IMSAK04:26
  • SUBUH04:36
  • DZUHUR11:53
  • ASHAR15:14
  • ISYA19:00

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif