Poster Konser Drive-In yang akan digelar di Indonesia (Foto: Berlian Entertainment)
Poster Konser Drive-In yang akan digelar di Indonesia (Foto: Berlian Entertainment)

Konser Drive-In jadi Jawaban New Normal di Sektor Industri Musik?

Hiburan indonesia musik
Dhaifurrakhman Abas • 02 Juni 2020 15:27
Pandemi virus korona berbuntut panjang dan berpengaruh terhadap ragam sektor industri. Salah satu yang terkena imbas ialah industri hiburan, salah satunya konser musik.
 
Serangan virus bermolekul asam ribonuklea menggugurkan rencana pagelaran konser musik terhitung diterapkannya aturan lockdown secara global. Konser musik ditiadakan lantaran dianggap rentan mengakibatkan penularan karena digelar secara berkerumunan.
 
Vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta, menjadi salah satu musisi yang terdampak dari aturan pelarangan konser di tengah situasi pandemi virus korona. Totalnya, terdapat lebih dari 10 konser D'Masiv gagal dihelat terhitung sejak Maret 2020 lalu.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau jadwal D'Masiv bahkan sudah kelihatan di-cancel bulan ini hampir 10 off air dan juga bulan depan, April, kalau enggak salah juga banyak yang di-cancel acaranya," kata Rian ketika berbincang dengan Medcom.id, tempo hari.
 
Alhasil stabilitas ekonomi Rian dan personel grup bandnya goyah akibat pandemi virus korona. Terkhusus, selain penjualan merchandise, konser off air menjadi salah satu pemasukan terbesar bagi musisi.
 
"Dampaknya cukup lumayan buat D'Masiv, juga buat saya juga. Sudah pasti menganggu stabilitas ekonomi. Apalagi saya sebagai kepala keluarga menanggung gaji banyak orang juga, ada karyawan juga, belum karyawan restoran, studio dan sebagainya," ujar dia.
 
Meski begitu, Rian tak menyalahkan keadaan serta aturan yang dibuat pemerintah. Terpenting, kata Rian, bagaimana agar masyarakat sehat dan mencari solusi berdama agar ekonomi tidak tumbang.
 
"Tapi terpenting adalah kesehatan paling penting, nyawa paling penting. Jadi mau enggak mau gimana caranya kita bisa mengikuti anjuran dari pemerintah dulu untuk di rumah dulu, enggak keluar, enggak ke tempat ramai dulu sampai semuanya beres," terangnya.
 
Adaptasi musisi
 
Sejumlah musisi kemudian beradaptasi dalam berkreasi di tengah pandemi virus korona. Salah satu adaptasi yang dilakukan musisi dengan menggelar konser musik secara virtual guna menghindari kerumunan.
 
Konser musik virtual biasanya dilakukan tanpa mengambil keuntungan sendiri. Konser kerap dilakukan sekaligus untuk mengumpulkan donasi dalam membantu tenaga medis hingga kru dan penyelenggara konser yang kehilangan pendapatan semasa pandemi.
 
Salah satu konser musik virtual yang sukses digelar ialah Konser Musik #dirumahaja. Proyek berbasis daring yang digelar Narasi ini melibatkan empat elemen antara lain musisi, platform sebagai fasilitator, penonton, dan organisasi kemanusiaan.
 
Konser Musik #dirumahaja dilakukan secara sukarela dengan biaya seutuhnya ditanggung Narasi dan para musisi terlibat. Monser ini juga menggalang donasi yang hasilnya diberikan kepada kelompok yang paling rentan terpapar infeksi pandemi virus Corona atau Covid-19 antara lain tenaga medis dan masyarakat yang harus bekerja di luar rumah di tengah pandemi.
 
Selain itu, adapula konser musik daring yang digelar musisi Isyana Sarasvati bersama The Tutties, bertajuk Lexicon+ pada Rabu 20 Mei 2020. Konser yang digelar untuk mempromosikan album terbarunya bertajuk Lexicon yang dirilis November 2019.
 
Sedikit berbeda pada umumnya, Lexicon+ dilakukan dengan skema tiket berbayar seharga Rp35 ribu-Rp1 juta. Hasil penjualan tiket akan disalurkan sebagai donasi untuk para tim medis maupun masyarakat terdampak melalui niatmurni.kitabisa.com.
 
"Donasi dari sebagian penjualan tiket akan disalurkan melalui niatmurni.kitabisa.com," papar Isyana.
 
Konser Lexicon+ juga dihadirkan buat mengajak masyarakat merayakan kekuatan musik di tengah aturan social distancing. Selain itu, pagelaran musik tersenut nuga digelar sebagai jawaban atas kerinduan Isyana terhadap penggemarnya.
 
"Semoga persembahan ini bisa membunuh rasa rindu yang sudah tertahan cukup lama," ucap dia.
 
Adaptasi yang dilakukan para musisi pun mendapat sambutan hangat dari Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia (Kemenkumham). Sebab hal ini sukses menghibur dan membantu masyarakat yang terdampak pandemi virus korona.
 
"Saya mengapresiasi teman-teman musik yang mengelar konser musik di tengah pandemi korona. ini menghibur," kata Direktur Jenderal Kekayaan Intelektual (Dirjen KI), Freddy Harris, dalam diskusi IP Talks From Home bertema Pelindungan Kekayaan Intelektual di Tengah Pandemi, Minggu 26 April 2020.
 
Selain itu, kata Freddy, Kemenkumham juga berencana memberikan penghargaan buat para musisi yang menghibur masyarakat di tengah pandemi. Rencananya penghargaan akan diberikan oleh Menteri Hukum dan HAM, Yasonna Laoly, selepas wabah virus korona teratasi.
 
"Tadinya pak Menteri (Yasonna Laoly) mau memberikan penghargaan buat orang-orang yang terlibat projek ini. Tapi sekarang belum memungkinkan," papar dia.
 
Konser musik new normal
 
Kini aturan baru dikeluarkan pemerintah terkait penggelaran konser menjelang penerapan new normal atau tatanan normal baru semasa pandemi virus korona. Aturan itu tercantum di dalam Keputusan Kementerian Dalam Negeri Nomor 440-830 Tahun 2020 tentang Pedoman Tatanan Normal Baru.
 
"Pertemuan serta mobilitas orang di ruang publik untuk acara-acara khusus (keagamaan, budaya, pernikahan, konser musik) harus diatur dengan ketat dan tunduk pada pedoman dengan penerbitan izin normal baru oleh unit pemerintah daerah," tulis secuplik keputusan terkait pengadaan konser semasa new normal.
 
Dalam aturan tersebut, konser musik diatur pelaksanaannya agar digelar secara virtual tanpa penonton. Masyarakat diharapkan dapat menyaksikan konser lewat televisi, maupun perangkat gadget yang dimiliki.
 
“Acara-acara olahraga dan konser musik diharapkan memprioritaskan dilakukan tanpa penonton,”
 
Pemerintah daerah diberi kewenangan untuk mengawasi penyelenggaraan acara. Konser musik tersebut bisa digelar ketima salah satu daerah sudah melewati tahap pertama pelonggaran aturan PSBB selama satu hingga dua minggu sebelum masuk ke tahap kedua.
 
Aturan tersebut tidak bisa dilakukan di sembarang tempat. Hanya daerah yang menyandang status zona hijau dan kemampuan sedang dalam menghadapi korona yang boleh menggelar konser tersebut.
 
Disambut baik
 
Penerapan aturan konser new normal disambut baik event organizer Berlian Entertainment. Mereka bahkan berencana membuat Drive-In Concert setelah pelonggaran PSBB dilakukan di Jakarta.
 
"Setelah PSBB kita akan progress," kata Public Relation Berlian Entertainment, Dino Hamid, ketika berbincang dengan Medcom.id.
 
Drive-in Konser menjadi salah satu alternatif hiburan di tengah pandemi virus korona. Konsee yang terinspirasibdari Drive-In Theater yang sempat ada di Ancol pada era 70-an akan digelar dengan pedoman kesehatan berlandaskan anjuran pemerintah.
 
"Prinsipnya harus mengikuti safety protocol di era new normal saat ini. Secara pelaksanaan, tiga hal utama protokol harus dipersiapkan, yaitu physical distance, safety (menggunakan masker, disinfektan, minimal Kontak) dan healthy, dengan melakukan physical check bagi yang bekerja maupun audience on site," papar Dino.
 
Dalam pernyataan resminya, Dino mengatakan, konser tersebut akan digelar masing-masing mobil akan menggunakan frekuensi radio. Dia pun yakin dengan suksesi konser tersebut.
 
"Output tata suara dari radio frekuensi FM broadcasting di dalam mobil. Saat kita umumkan Drive-In Konser ini cukup mendapat perhatian yang besar dari pencinta hiburan di Tanah Air sejak pertama kali kita merilis teaser campaign-nya pada 4 Mei yang lalu dan mendapat sambutan yang luar biasa," ujar dia.
 
Dino belum mematok kapan tanggal pasti konser dilakukan. Yang jelas, kata dia, konser Drive-in bakal dimeriahkan sejumlah musisi Indonesia. Detail selanjutnya dapat dipantau melalui situs www.driveinkonser.com.
 
"Setelah PSBB kita info," ujar Dino.
 
Sukses digelar di Korea Selatan
 
Hyundai merupakan salah satu pabrikan otomotif yang cukup getol turut berperan aktif mengentaskan pandemik virus korona. Kini mereka pun mencoba mulai memperkenalkan New Normal (kenormalan baru) melalui konser drive-thru dari mobil.
 
Jenama asal Korea Selatan ini mencoba memperkenalkan cara terbaru menonton konser dari mobil dengan menggelar Stage X Drive-in Concert. Di sini, pengunjung bisa menyaksikan sejumlah konser artis kenamaan Korea Selatan namun melalui di mobilnya.
 
Stage X yang diselenggarakan kali ini diselenggarakan Hyundai Motorstudio dan menjadi gelaran di tahun kedua. Acara ini berlangsung selama tiga hari berturut-turut dengan rata-rata dikunjungi 300 unit mobil per harinya.
 
Konser ini menjadi salah satu cara Hyundai mengedukasi konsumennya mengenai konsep social distancing. Setidaknya 1.000 orang dapat berkumpul menikmati acara namun tetap dapat menjaga jarak aman satu dengan yang lain karena tetap berada di dalam mobil masing-masing.
 
"Mengingat masa-masa sulit kita jalani dan keterbatasan yang akan dihadapi kedepannya, penting bagi kita untuk menemukan cara merayakan budaya dan berbagi pengalaman dengan aman. Saat ini masa-masa membutuhkan cara baru dalam melakukan sesuatu dan kami akan terus menemukan cara-cara inovatif yang melibatkan pelanggan kami dengan mobil," jelas Vice President and Head of Global Experiential Marketing Hyundai Motor Company (HMC), Cornelia Schneider, dikutip dari situs resminya.
 
Tahun ini Stage X menghadirkan artis K-Pop seperti Tae Woo Kim, Ailee, Se So Neon, Moon Band dan Sultan Disco. Tak ketinggalan para pemeran musikal Broadway 42nd Street dan New World Philharmonic Orchestra yang dipimpin Nanse juga tampil selama acara tersebut.
 
Konsep drive-thru atau layanan dari mobil juga sudah mereka terapkan saat pengecekan Covid-19 cukup dari dalam mobil. Bahkan konsep ini mereka bawa ke Indonesia, dan mereka memfasilitasi sejumlah pengecekan covid-19 di Jawa Barat dengan konsep drive-thru.

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif