Glenn Fredly saat tampil di Prambanan Jazz 2017 (Foto: Medcom.id/Shindu)
Glenn Fredly saat tampil di Prambanan Jazz 2017 (Foto: Medcom.id/Shindu)

Cerita Awal Karier Musik Glenn Fredly

Hiburan Glenn Fredly Meninggal
Agustinus Shindu Alpito • 09 April 2020 18:04
"Mas Ibob, izinin ke guru gue dong bilang kalau ada acara nyanyi," pinta Glenn Fredly waktu masih duduk di bangku SMA, kepada Ibob T, manajer band Halmahera, pada medio awal 1990-an.
 
Ibob adalah saksi sejarah perjalanan karier Glenn Fredly. Dia kerap menjemput Glenn semasa SMA untuk urusan beragam acara, yang berkaitan dengan musik. Namun, layaknya anak SMA pada umumnya, Glenn juga punya sisi nakal. Dia acapkali memohon Ibob untuk berpura-pura meminta izin pada gurunya dengan alasan akan bernyanyi di luar sekolah. Padahal, itu bagian dari siasat Glenn untuk menghindari pelajaran.
 
Hubungan Ibob dengan Glenn berawal ketika dia mendapat tugas mencari vokalis grup band Halmahera. Band ini rencananya akan merilis album debut, namun belum punya vokalis tetap.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Halmahera tiba-tiba mau bikin album, dan harus punya vokalis. Dulu kalau main di Ancol, vokalis Halmahera ganti-ganti. Ada Dewi Gita juga, tapi itu tidak tetap. Sampai mau bikin album cari penyanyi, kami ingin audisi. Ada beberapa nama, termasuk Edo Kondologit, Krisdayanti."
 
"Saya dapat beberapa nama, sampai ada orang Asia Bagus yang saranin Glenn Fredly. Suara Glenn disebut kayak Tevin Campbell. Tinggi suaranya. Setelah cari informasi dan kebetulan dapat, dia sekolah di SMA YPK Wijaya, Jakarta Selatan," kenang Ibob.
 
Singkat cerita, keduanya bertemu dan berhubungan dekat. Ibob sering menjemput Glenn di SMA YPK Wijaya. Beberapa fragmen memori Ibob kembali muncul, dia mengenang Glenn sebagai sosok yang ramah dan pandai bergaul.
 
"Dia dulu suka nongkrong di lapangan basket Pangpol (Panglima Polim)," kata Ibob.
 
Dalam beberapa kesempatan, Ibob pun bertemu orangtua Glenn. Sang ibu, kerap menitipkan Glenn pada Ibob karena khawatir putranya nakal dan justru memupuskan harapan keluarga yang ingin Glenn sukses di dunia musik.
 
Seiring berjalannya waktu, proyek musik Halmahera mangkrak. Glenn yang awalnya diproyeksikan menjadi frontman grup ini kandas. Glenn justru berlabuh pada sebuah band bernama Funk Section. Sebuah grup yang secara prestisius kerap tampil di klub jazz ternama Ibukota, Jamz Pub. Tempat ini didirikan salah satunya oleh Peter Gontha.
 
Dari situ karier musik Glenn mulai terbuka. Sekitar tiga tahun berselang dari peristiwa bersejarah itu, Glenn Fredly sebagai penyanyi solo, lewat albums bertajuk Glenn (1998) yang dirilis label besar Sony Music. Album ini melahirkan hit Cukup Sudah yang melejitkan namanya ke panggung musik nasional.
 
Pada 2019, dalam sebuah wawancara media, Glenn sempat mengutarakan keinginannya untuk menghidupkan kembali Funk Section, grup yang berjasa dalam hidupnya. Dia ingin membentuk konsep New Funk Section, sebuah grup tribute yang berisi anak-anak muda, tampil membawakan karya-karya Funk Section. Sayang, hingga Glenn tutup usia rencana itu belum terwujud.
 
Ibob menutup fragmen kenangannya bersama Glenn dengan sebuah kesaksian atas pribadi Glenn yang begitu sederhana.
 
"Dia tidak sombong, kalau kenal dekat, dia sangat ramah. Dan saat dia terkenal, dia tidak sombong. Dia perhatian sama teman-teman semua. Semua teman-teman dia yang susah, dia care, dia tolong. Dulu waktu Edo Kondologit masih meniti karier, anaknya lahir ditungguin sama Glenn," beber Ibob.
 
Glenn Fredly meninggal pada Rabu, 8 April 2020, akibat meningitis.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif