Beredar di media sosial sebuah gambar daftar rekapitulasi penjualan tiket (e-voucher) untuk konser BTS di Jakarta 2026. Menariknya, keterangan dalam gambar ini berbahasa Mandarin, sehingga pembelinya diduga berasal dari Tiongkok.
OH PANTES pic.twitter.com/wQqBmYB9S6
— EVI AKAN KETEMU BTS DESEMBER NANTI DI GBK (@evidiani) June 9, 2026
Gambar tersebut mencantumkan detail transaksi pembelian tiket kategori paket VIP untuk dua tanggal konser BTS di Jakarta 2026, yakni 26–27 Desember mendatang. Konser ini rencananya digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta.
Diketahui bahwa ada sekitar 252 tiket VIP konser BTS di Jakarta 2026 yang berhasil diamankan berdasarkan gambar tersebut. Harga yang dibanderol pun bervariasi, mulai dari Rp11,3 juta hingga Rp19,8 juta.
Kemarahan Penggemar Indonesia akibat Dugaan Sistem Bot
Meski belum bisa dipastikan keasliannya, gambar tersebut berhasil memantik amarah para penggemar BTS di Indonesia. Apalagi, banyak dari mereka yang gagal mendapatkan tiket sang idola.Ada penggemar yang merasa geram karena kategori tiket paling strategis dan mahal ternyata banyak jatuh ke tangan agensi luar negeri yang diduga menggunakan sistem komputer otomatis (bot), bukan dibeli secara manual.
Mereka pun menagih janji pihak terkait yang sebelumnya mengklaim memiliki sistem pendeteksi bot. Fans merasa dibohongi karena kenyataannya ratusan tiket VIP masih bisa ditembus oleh bot dalam hitungan menit.
Bagi fans yang sudah membayar biaya langganan membership resmi BTS, mereka merasa sangat dirugikan. Fungsi membership yang seharusnya memberikan hak prioritas atau keuntungan saat war tiket terasa sia-sia jika pada akhirnya tetap kalah oleh sistem bot pihak ketiga.
Sebagian penggemar pun mendesak promotor bersama agensi yang menaungi BTS untuk menggunakan kewenangan mereka guna membatalkan secara sepihak semua tiket yang terbukti dibeli menggunakan bot atau akun tidak resmi. Mereka meminta promotor mengembalikan kuota tiket tersebut kepada penggemar Indonesia secara adil.
Hingga artikel ini ditulis, pihak promotor belum memberikan penjelasan resmi terkait dugaan kebobolan sistem bot tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News