Denny Frust (Foto: Dok. Best Beat Music)
Denny Frust (Foto: Dok. Best Beat Music)

Pikiran Positif yang Menyelamatkan Denny Frust

Hiburan indonesia musik
Kumara Anggita • 08 Juli 2019 15:55
Jakarta: Denny Frust sosok yang mendapat julukan The Prince of Ska Indonesia dari Komunitas Internasional Reggae dan Ska Asia Tenggara, pada tahun ini akan merilis album ketiga, tepatnya pada bulan Agustus. Benang merah dari album ini adalah bagaimana Denny tetap memberikan aura positif untuk memotivasi para penggemarnya.
 
“Temanya semangat, positive thinking, kerja keras. Pesannya positif,” katanya pada Medcom id di Jakarta.
 
“Mudah-mudahan album ketiga ini bisa menjadi sesuatu yang memotivasi. membagikan aura yang positif pada teman-teman,” lanjutnya.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usut punya usut, pembawaan positif dari The Prince of Ska Indonesia ini ternyata menjadi alasan mengapa lirik-lirik yang hadir di lagunya jadi bernuansa tidak kelabu. Kumpulan lagu-lagunya kebanyakan muncul dari pengalaman hidup yang sifatnya personal. Denny sendiri sejak muda adalah sosok yang selalu memiliki pikiran yang positif dalam arti mensyukuri apa yang ada.
 
“Banyakan lirik dibuat dari diri sendiri daripada orang lain karena gue tidak mau menghakimi. Belum tahu detailnya. Paling kalau teman-teman curhat seperti lagu ‘ Mari Bergerak Kawan’ tapi lagu itu tetap kembali ke gue juga,” katanya.
 
Dia bercerita bahwa waktu duduk di bangku sekolah dia tidak hidup dalam keadaan yang nyaman. Akan tetapi pria asal Surabaya ini tetap berkutat pada pemikiran-pemikiran positifnya salah satunya dengan terus bersyukur. Dengan kata lain, keterpurukan itu menjadi bahan untuk memotivasinya untuk mendapatkah kehidupan yang lebih baik.
 
“Gue nulis (lagu) sudah lama. Gue memang dari jaman sekolah sudah hidup dalam garis kemiskinan jadi gue harus memotivasi diri. Sampai gue ke Jakarta pun gue di jalanan. makanya gue buat lagu Indah pada Waktunya itu untuk diri gue sendiri,” ucapnya.
 
Pikiran positif itu yang menyelamatkan kehidupan Denny, sehingga dia mampu terus meniti tanga kehidupan untuk selalu menjadi lebih baik dari sebelumnya.
 
“Kalau dari muda gue tidak bersyukur, gue sudah 'lewat' dari dulu. Sudah pakai narkoba-narkobaan. Hidup di jalanan lagi,” ucapnya.
 
“Itu coba yang gue coba sampein tentang bersyukur. Alangkah baiknya itu juga bisa motivasi orang lain.”
 
Album Ketiga Denny Frust
 
Saat ini Denny dalam proses persiapan rilis albumnya yang ketiga. Dia menyebutkan bahwa ini merupakan album yang prosesnya lebih mudah untuknya. Sebelumnya, dia harus berjibaku untuk melahirkan dua album sebelumnya.
 
“Dua album itu berdarah-darah,” ujarnya.
 
Dia membocorkan konsep album ini adalah perpaduan antara album pertama Tiada Beban (2016) dan album kedua Jangan Lupa Bahagia (2017).
 
“Album ini gabungan dari album pertama dan kedua. Lebih kompleks. Album pertama berat banget, yang kedua enteng. Yang pertama itu orang susah untuk cover cuman bisa dengerin. Terlalu banyak unsur, ada blues, funk, dan lain-lain. Album pertama emang mau nunjukin sesuatu yang baru. Kalau gue bikin yang sama dengan band yang sebelumnya jadi tidak terlihat,” jelas Denny.
 
Untuk lirik dia tetap membawakan nuansa yang membangun. Ini dibuatnya untuk dirinya dan para penggemarnya yang masih muda.
 
“Secara lirik masih sama. Masih tentang motivasi, refleksi diri sendiri, reminder diri sendiri,” katanya.
 
“Karena itu buat liriknya lebih motivasional. ini buat anak muda, masih labil. Banyakan ditelan mentah. Kalau kita tulis yang tidak bagus dan mereka ngefans sama kita nanti diikutin,” ucapnya.
 
Album ketiga itu rencananya akan keluar pada Agustus 2019
 

Lebih Suka Jadi Musisi Solo
 
Sebelumnya, Denny dikenal sebagai vokalis grup musik Monkey Boots. Kini, dia merintis karier sebagai penyanyi solo, pilihan yang disebutnya membawa kebebasan.
 
“Kalau sekarang lebih enak solo. Kelebihannya gue mau ngapain saja terserah gue. Gue ga butuh forum. Gue tidak perlu nunggu buat lagu. Tinggal bilang manajemen. Gue pengin album, bikin. Tidak perlu nunggu siapa-siapa. Ini salah satu yang memotivasi untuk tetap berkarya nulis lagu lagi,” tuturnya.
 
Namun sebelum sampai pada tahap ini. Denny menjalani proses yang tidaklah mudah. Dia harus mengerjakan segala hal sendiri dan dengan dana sendiri.
 
“Coba kemarin habis keluar dari band itu. Hmm… tur sendiri, tur bayar sendiri, rekaman bayar sendiri, bayarin produksi, player, promo, bikin video klip,” katanya.
 
Beriring dengan waktu semua berjalan lebih baik dan mudah. Denny bilang bahwa pada tahun ini mudah-mudahan dia akan tur ke luar negeri lagi yang lokasinya lebih jauh.
 
“Tur keluar akhir tahun Insha Allah. Lihat nanti. Yang satu di Selandia Baru dan Toronto,” katanya.
 
Sejauh ini, Denny telah merilis enam album studio, tiga diantaranya bersama beberapa band. Travelling (band Dancing Alaska, 1999), Senandung ‘Tuk Temani Harimu (band Nyiur Melambai, 2006), Big Monkey (band Monkey Boots, 2010), Interaksi (band Monkey Boots, 2015), Tiada Beban (2016), dan Jangan Lupa Bahagia (2017).
 
Denny sempat menjadi artis pembuka konser "godfather of Dancehall," Johnny Osbourne di Singapura pada 2017.
 


 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif