Asteriska (Foto: Dok. Asteriska)
Asteriska (Foto: Dok. Asteriska)

Representasi Jiwa Asteriska

Hiburan indonesia musik
Kumara Anggita • 23 April 2019 15:49
Jakarta: Pintu besar terbuka dan raut wajah yang ceria muncul dengan tergesa-gesa. Cabrini Asteriska Widiantini seorang penyanyi Indonesia duduk di tengah ruangan sambil menikmati minumannya mulai bercerita dengan mata yang menyala-nyala saat mendengar kata “musik”.
 
Musik menjadi elemen kehidupan yang esensial bagi Asteriska. Sedari kecil, vokalis Barasuara ini melakukan berbagai cara untuk menyatukan dirinya dengan musik.
 
“Dari SD kelas 5 saja aku sudah bentuk band,"kata perempuan yang akrab dipanggil Icil itu, menunjukkan betapa dirinya sudah dekat dengan musik sejak kecil.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Usaha tersebut membuahkan pengalaman yang positif sehingga Asteriska terdorong untuk terus menjalani usahanya yang berkaitan dengan nada-nada. Walaupun masih muda dan memiliki pengalaman yang terbatas, musik sudah menjadi bagian dari identitasnya.
 
“Kebetulan banyak yang antusias, begitu juga SMP buat band baru lagi, pindah SMA negri aku juga bentuk band. Jadi aku emang suka banget untuk bentuk band dan selalu beda-beda. Dari sana, orang jadi tahu aku sebagai 'Icil yang nyanyi,'” lanjutnya.
 
Waktu terus berlanjut, Asteriska terus mengeskplorasi pengalamannya dalam bidang musik dengan menjadi penyanyi di pernikahan-pernikahan, menulis dan merekam lagunya sendiri, bertemu beberapa manajer ternama, dan bergabung dengan band Barasuara.
 
Katarsis Melalui Musik
 
Asteriska memiliki jiwa eksploratif yang tak terbendung. Berbagai jenis seni dicobanya, namun bagaimapun juga, dia merasa bahwa hanya melalui musik jiwanya bisa tersalurkan.
 
“Aku pernah menari tapi aku merasa tidak terwakilkan. Begitu juga dengan kelas lukis, aku merasa tidak terwakilkan. Jadi dari kecil aku tahu nyanyi itu cara berkomunikasi dan mengekspresikan diri. Ini paket mengekspresikan diri secara suara, lirik, dan penampilan,” tuturnya.
 
Oleh karena itu, dia menjadi semakin yakin bahwa apa yang dijalaninya merupakan jalan yang paling tepat. Melalui musik, dia jadi mampu mengekspresikan diri secara utuh.
 
“Dengan menyanyi aku merasa mengekspresikan diriku banget. Ekspresi diri dan jiwa seni aku keluar saat menyanyi,” tuturnya.
 
Selain mengekspresikan diri, saat bernyanyi dia juga ingin bisa menyampaikan sebuah pesan bagi para pendengar. Untuk memudahkan proses tersebut, dalam setiap kesempatan, dia menjiwai musik dan lirik yang dia nyanyikan sehingga orang bisa memahami maksudnya.
 
“Dalam menyanyikan lagu orang, aku ikut deliver lagu itu. Aku bersyukur Barasuara punya lagu yang berat dan bobotnya berkualitas ya secara lirik dan musik, itu memudahkan aku dalam menyampaikan saja,” tuturnya.
 
Dengan seperti itu apa yang dia lakukan dapat bermakna bagi dirinya sendiri dan juga orang di sekitarnya.
 
Representasi Jiwa Asteriska
Asteriska (Foto: Medcom.id/Kumara Anggita)
 

Berdamai dengan Diri Sendiri
 
Dalam menjalani sebuah karier, tentunya ada beberapa situasi yang bisa menempatkan seseorang dalam situasi yang tidak nyaman. Menjadi artis perempuan tidaklah mudah bagi Asteriska. Sebelumnya , dia banyak memendam perasaan dan cerita tidak menyenangkan yang memberatkan kehidupannya sendiri.
 
“Aku suka memendam dan aku tidak bisa langsung marah atau mengekspresikan. Aku butuh waktu lama untuk mengekspresikan itu, aku juga tidak suka diperlakukan tidak adil. itu yang aku sadari bahwa sulit untuk mengutarakan apa yang dirasain,” tuturnya.
 
Sampai suatu ketika, Asteriska mengalami pelecehan yang membuka matanya dan mengubah kepriadiannya. Momen tersebut menjadi jalannya untuk berbicara.
 
“Pelecehan juga terjadi. Ada beberapa kejadian yang menampar aku karena pelaku adalah orang dari lingkungan terdekat. Akhirnya setelah membutuhkan waktu beberapa saat, aku pun memberanikan diri ngomong sama orang yang aku rasa bisa melindungi aku. Aku biasanya cuma bisa memendam, nangis doang. Namun ketika aku berani bicara, ternyata banyak support aku dapatkan."
 
Keadaan ini menjadi bahan refleksi baginya, dengan berbicara, dia membantu orang lain terhindar dari pelecehan dan membantu dirinya sendiri dalam penyembuhan.
 
“Dengan berani ngomong, ini menyembuhkan aku dari luka dari kekecewaanku terhadap seseorang dan termasuk mendidik diri aku sendiri agar lebih berani,” tuturnya.
 
Dengan seperti itu, masalah tidak berlarut dan ada solusi yang bisa didapatkan. Saat ini tidak ada beban yang dibawa Asteriska dan bahkan tidak bermusuhan dengan orang yang melecehkannya.
 
Representasi Jiwa Asteriska
Asteriska (Foto: Dok. Asteriska)
 

Perjalanan Spiritual
 
Pada tahun 2011 Asteriska mengalami patah hati yang mendalam. Masa berat ini membuatnya jatuh sakit hingga kehilangan banyak berat badan.
 
“Aku kena sakit virus hati. Liverku kena. kebetulan aku harus menyelesaikan skripsi, aku merasa lost lalu dibantu kakak, Ikhaputri Widiantini. Keluarga support aku bisa lewati masa itu, “ tuturnya.
 
Saat keadaan lebih membaik pada tahun 2012, dia memutuskan untuk travelling. Dari sana lah travelling menjadi kegiatan yang rutin dilakukan setiap tahunnya hingga sekarang.
 
Saat travelling, dia juga melakukan kegiatan lain seperti yoga untuk mengisi rasa kekosongan yang tak mampu dia jelaskan. Namun yoga tidaklah cukup baginya walaupun kegiatan tersebut dia akui menyehatkan tubuhnya.
 
Akhirnya dia menemukan meditasi. Baginya, hingga saat ini meditasi menjadi cara paling efektif untuk mengisi kekosongan tersebut.
 
Asteriska menyatakan bahwa travelling, yoga, dan meditasi adalah tiga hal yang berkaitan. Saat melakukan ketiga hal tersebut, dia memiki banyak waktu sendiri, momen untuk lebih mendengarkan, dan merasakan.
 
Dia merasa mendapat banyak pelajaran yang membawanya pada rasa bahagia.
 
“Pengalaman bertemu orang jadi bahan belajar. Aku jadi kaya pengalam orang. menyenangkan sih,” tuturnya.
 
Semua kegiatan dan pembelajaran itu akhirnya membawanya pada suatu hal yang amatlah penting. Dia menjadi lebih napak.
 
“Aku jadi lebih napak di bumi, ketika melakukan hal itu,” tuturnya.
 
Dari awal hingga saat ini poin utama yang dia dapatkan dari kariernya sebagai penyanyi masih lah sama yaitu menjadikan musik sebagai representasi jiwanya. Dengan seperti itu, musik menjadi hal yang konstruktif bagi kehidupannya dan juga orang di sekitarnya.
 

 
Representasi Jiwa Asteriska
Asteriska (Foto: Dok. Asteriska)
 

 

 

 

(ASA)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif